Disdik Sebut Semua Sekolah di Kota Pekanbaru Layak

Redaksi Redaksi
Disdik Sebut Semua Sekolah di Kota Pekanbaru Layak
fin/riaueditor.com
SD Negeri 52 Jalan Rokan Pekanbaru ini masih berdinding papan.

PEKANBARU, riaueditor.com - Tak ingin citranya tercoreng, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengatakan, kondisi gedung sekolah di kota Pekanbaru semuanya layak ditempati dan memiliki prasarana yang cukup.

Hal ini diungkapkan Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Pekanbaru, Katwadi ST,MT saat dikonfirmasi terkait data gedung sekolah yang dinilai kurang layak di lingkungan Disdik Pekanbaru, Rabu (26/04/17).

Kendati demikian, Katwadi tak menampik jika setiap tahun anggaran pihaknya terus melakukan rehab gedung sekolah. 

“Jangan anda sebut tak layak atau kurang layak itu tak ada. Yang ada itu kurang, maksudnya unit sekolah yang ada sekarang itu masih kurang jumlahnya. Makanya kita terus berupaya membangun Unit Sekolah Baru (USB) karena wilayah dan penduduk kota Pekanbaru terus bertambah. Cuma saja masalahnya dana kita dari Pemko masih kurang,” ujarnya.

Sementara saat ditanya soal USB yang dibangun Disdik Pekanbaru yang hingga kini tak kunjung difungsikan, dijawab Katwadi bahwa hal tersebut terkendala akibat ketiadaan dana untuk pengadaan meubeler.

Katwadi pun menceritakan bahwa anggaran pendidikan di Kota Pekanbaru sebenarnya jauh diatas UU pendidikan nasional yakni mencapai 38 persen. Cuma saja dari jumlah tersebut hanya 10 persen saja untuk alokasi infrastruktur pendidikan, selebihnya untuk gaji pegawai, ujarnya.

Disisi lain Katwadi juga mengungkapkan kondisi Keuangan Pemko Pekanbaru yang sumbernya dinilai sangat minim dibanding kota/kabupaten lainnya di Provinsi Riau. Ia mengatakan, satu-satunya sumber keuangan Pemko adalah dari sektor Perdagangan dan Jasa.

“Saya mau tanya anda, darimana sih sumber pendapatan keuangan Pemko Pekanbaru selain perdagangan dan jasa. Makanya lebih fokus membangun saja terlebih dahulu, soal kapan USB difungsikan, nanti dipikirkan. Sampai sekarang saja masih ada utang yang belum dibayar kepada kontraktor,” ucap Katwadi.

Menariknya, ketika disebutkan kenapa Pemko Pekanbaru tahun 2016 silam lebih memilih memberikan dana hibah senilai Rp 40 miliar lebih ke instansi vertikal ketimbang pengadaan meubeler untuk USB, Katwadi enggan bercerita banyak.

"Kalau itu pertanyaanmu, yah kamu aja yang jadi Walikota. Kita fokus ajalah soal pendidikan,” ucap Katwadi seolah meralat kembali ceritanya yang sempat melebar ke soal keuangan Pemko Pekanbaru. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini