Akan Panggil Kasek dan Disdik, Dewan Sesalkan Penjualan Sepeda

Redaksi Redaksi
Akan Panggil Kasek dan Disdik, Dewan Sesalkan Penjualan Sepeda
Muhammad Fadri AR
PEKANBARU, riaueditor.com- Komisi III DPRD Pekanbaru menyesalkan tindakan Kasek SMPN 15 Pekanbaru yang memperjual belikan sepeda kepada siswanya. Pasalnya, awal launching Program Gerakan Sekolah Bersepeda (GSB) oleh Pemko Pekanbaru, sepeda tersebut diberikan secara gratis kepada siswa pinggiran dan kurang mampu.
 
Ditambahkan lagi, sepeda tersebut berasal dari, sumbangan atau donatur dari berbagai pihak, termasuk para PNS di lingkungan Pemko Pekanbaru. Artinya, sepeda tersebut telah disumbangkan dengan sukarela. Ternyata yang terjadi di lapangan, sepeda tersebut terkesan dikomersilkan. Kebijakan tersebut termasuk gratifikasi. Demikian ditegaskan, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Fadri AR.
 
Menurutnya, dalam waktu dekat atau isai reses Komisi III DPRD Pekanbaru akan memanggil pihak terkait guna klarifikasi. "Kebetulan sudah ada agenda untuk memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) terkait soal Ujian Nasional," terangnya.
 
Pemanggilan akan segera dilakukan, karena selain penjualan sepeda, telah beredar issu, mahalnya biaya perpisahan dan sumbangan beli merk mobil Kasek. Menurut Fadri, biar lebih akurat, diminta kepada orang tua agar membuat laporan resmi, ujarnya.

"Silahkan buat laporan, kami akan rahasiakan identitas pelapor. Kita punya hak imunitas yang tinggi tak dimiliki lembaga eksekutif lain. Kita akan berusaha menjaga mereka yang melapor ini demi keamanannya di sekolah," tegasnya.
 
Sementara itu,  Kepala SMPN 15 Pekanbaru, Misdarti, saat dikonfirmasi, terkait penjualan sepeda dan kutipan lainnya disekolah tersebut. Membenarkan, bahwa sepeda tersebut tidak dibagikan secara gratis, namun harus dibayar Rp 500 ribu. Karena sebelum sepeda diserahkan, pihaknya telah sosialisasikan terlebih dahulu. Jika bersedia membayar dengan sistim angsur baru diserahlan, akunya.
 
Lagi kata Misdarti, dalam Program Sekolah Bersepeda, bukan diserahkan secara cuma-cuma alias gratis, tetapi subsidi. ‪"Sepeda itu subsidi, harga di toko Rp1 juta, tetapi siswa cukup bayar Rp 500 ribu aja, itu pun bisa diangsur. "Bukan SMPN 25 saja melakukan demikian, sekolah lain juga melakukan hal yang sama, coba saja cek," tantangnya.
 
Diakuinya, terkait pungutan tersebut, pihaknya sudah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan, sekalipun hanya dengan lisan, SMPN 15 menerima sepeda 20 unit dari Disdik. Dari jumlah tersebut 5 unit berasal dari SMPN 15, paparnya lagi.

Dia juga mengakui, adanya pungutan untuk uang perpisahan kelas IX, terkait jumlahnya, sudah merupakan hasil rapat komite sekolah dengan seluruh orang tua siswa, tutupnya.(Js)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini