Pasca Sidak Ketua DPRD Pelalawan Ke Gedung Obat IFK, Ini Jawaban Kadiskes!

Redaksi Redaksi
Pasca Sidak Ketua DPRD Pelalawan Ke Gedung Obat IFK, Ini Jawaban Kadiskes!
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Asril M.Kes

PELALAWAN, riaueditor.com - Pasca sidak yang dilakukan Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, SH di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) hari ini Rabu (14/7/2021), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Asril M.Kes kepada riaueditor.com memberikan penjelasan.

Dikatakan Asril, menyampaikan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan Ketua DPRD Pelalawan ke IFK dan langsung memantau kondisi yang ada.

"Kita apresiasi dengan kedatangan Ketua DPRD Pelalawan atas kedatangannya ke IFK dan kedatangan ini tentunya menjadi pemicu untuk lebih siap dan evaluasi positif," paparnya.

Dapat dijelaskan, sambung Asril, untuk 5000 PTM yang merupakan media untuk mengambil sampel VCR yang belum terpakai, bahwa pada tahun 2020 saat awal-awal munculnya kasus covid-19 di Kabupaten Pelalawan pada kasus di pesantren Temboro. Adanya kebijakan Gubri kepada Kabupaten/ Kota untuk melakukan VCR atas rasio penduduk.

"Dari 51704 penduduk tercapat target 1755 dengan rasio 35 ribu warga persatu juta jumlah penduduk. Pada saat itu kita tak punya labor VCR maka dilakukan swab massal di kelompok yang paling beresiko penyebaran covid-19. Kemudian ada instruksi Bupati kepada OPD untuk malakukan tes swab. Diskes membeli 5 ribu PTM dan ternyata Provinsi juga memberikan PTM sebanyak 7 ribu PTM. Sisanya itu yang dari Propinsi, yang kita beli sudah habis," bebernya.

Selanjutnya, terkait temuan obat yang dalam jumlah kecil di anggaran 2021, itu merupakan obat-obatan dasar yang dibeli kemudian juga bantuan dari Propinsi.

"Untuk anggaran recovusing 2021 untuk covid-19 belum sepeserpun dikeluarkan anggarannya karena masih direview di inspektorat," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Asril, soal kondisi bangunan dan ruang obat-obatan, hingga kini belum ada klaim dan laporan dari pihak Provinsi.

"Saat vaksin tiba di Pelalawan yang disaksikan oleh Provinsi, kondisi letak vaksin juga tidak ada keluhan. Obat-obatan di IFK dibina oleh Balai POM. Memang jika akan memenuhi standart sebuah IFK hendaknya ruang-ruangnya terpenuhi atau kata lain dilakukan pembangunan. Kalau untuk itu kita sepakat," terangnya.

Pihak Dinas Kesehatan yang menaungi IFK sangat siap jika diminta untuk menjelaskannya dalam hearing atau Rapat Dengar Pendapat.

"Kita dapat jelaskan apa saja yang disebut-sebut menjadi masalah dan fakta temuan dengan sejelas-jelasnya," tutupnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini