Komisi III DPRD Pelalawan Kecewa, Dianggarkan di APBD Murni Masterplan Drainase Pangkalan Kerinci Malah Batal

Redaksi Redaksi
Komisi III DPRD Pelalawan Kecewa, Dianggarkan di APBD Murni Masterplan Drainase Pangkalan Kerinci Malah Batal
riaueditor.com/zoelgomes

PELALAWAN, riaueditor.com - Kecewa dan kesal, begitulah yang tergambar diraut wajah Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Monang Eliezer Pasaribu yang didampingi Sekretaris Komisi III Junaidi Purba pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (23/8/2021) terutama soal pembahasan Masterplan drainase Pangkalan Kerinci yang batal lelang.

Dikatakan Monang, masterplan drainase Pangkalan Kerinci ini masuk anggaran APBD murni tapi malah batal dilelang akibat proses waktu yang tidak memungkinkan.

"Padahal ini dianggarakan di APBD murni 2021. Masterplan itu paling tidak butuh 6 bulan pengerjaannya. PUPR sudah sebutkan ini batal dilelang. Padahal jika tahun ini selesai maka eksekusi untuk drainase Kota Pangkalan kerinci tahun 2022 sudah bisa dimulai. Kalau sekarang batal lelang tentu tertunda hingga 2023 jadinya. Sementara kita juga menggesa pembangunan drainase untuk menuntaskan masalah banjir di Pangkalan Kerinci," tegas Monang.

Monang menyampaikan bahwa hal seperti inilah yang dikhawatirkan oleh Komisi III DPRD Pelalawan selama ini. Lambatnya pengajuan proyek untuk dilelang ke Badan Pengadaan Barang dan Jasa.

"Kita wanti-wanti hal ini jauh-jauh hari. Pemkab Pelalawan harus menempatkan SDM yang mumpuni di PUPR. Sehingga pekerjaan tidak ditunda-tunda. Kalau seperti ini tentunya jadi batal karena waktu tidak memungkinkan lagi. Kesalnya kita ini dianggarkan di APBD murni tapi malah batal lelang. Belum lagi pekerjaan-pekerjaan lainnya," ungkapnya.

Terpisah, Kadis PUPR Pelalawan Awaludin yang dihubungi membenarkan batalnya lelang masterplan drainase Pangkalan Kerinci. Menurutnya, pergantian ditubuh BPBJ termasuk Pokja berpengaruh besar dengan ditundanya proses lelang masterplan drainase Pangkalan Kerinci.

"Karena dengan bergantinya orang-orang di BPBJ dan Pokja maka proses tender akan diulang dari awal. Sementara ini waktu sudah tidak memungkinkan untuk dilelang dari awal. Paling tidak pekerjaan masterplan itu butuh 5 bulan lebih sementara ini sudah memasuki akhir tahun. Tender masterplan drainase Pangkalan Kerinci sudah masuk di BPBJ tapi di BPBJ semua tender lelang yang belum ditentukan pemenangnya ditunda," papar Awaludin.(ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini