Anggota Muda Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Ketua DK PWI Riau: Mundur Saja!

Redaksi Redaksi
Anggota Muda Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Ketua DK PWI Riau: Mundur Saja!
Ketua DK PWI Riau, Zufra Irwan.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Provinsi Riau, Zufra Irwan, dengan tegas meminta anggota muda yang diduga menggunakan ijazah palsu untuk mundur.

Menurut Zufra, yang berlaku selama ini setiap calon anggota muda itu hanya melampirkan ijazah dengan legalisir. Nah kalau tiba-tiba ada dugaan, ada kecurigaan mereka menggunakan ijazah palsu atau ijazah bodong, apalagi ada pengaduan dari masyarakat, pengaduan dari pihak-pihak lain tentang keaslian ijazah, tentulah PWI secara resmi akan menindaklanjuti.

"Kita juga punya jaringan, punya mitra yang bisa menindaklanjuti, mengkaji bahkan mengkonfirmasi ke sekolah yang dipakai ijazahnya. Kalau ini terjadi bagi calon anggota muda, tentu ini tidak baik. Karena itu, saya selaku Ketua DK minta, ya udah nggak usah jadi anggota PWI. Masuk jadi anggota organisasi lain saja yang lebih longgar aturannya," tegas Zufra, Senin (22/09/2025) sore.

PWI, lanjutnya, akan sangat ketat soal ini. Pasalnya, Anggota PWI itu tidak hanya semata-mata patuh kepada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Selain Kode Etik Jurnalistik, sebut Zufra, PWI juga punya Kode Perilaku Wartawan (KPW). Di mana di dalamnya terangkum soal kepatuhan terhadap kerja-kerja jurnalistik, terhadap moral, terhadap kejujuran dan integritas.

"Nah bagaimana kalau anggota PWI dari awal menjadi anggota saja sudah tidak jujur. Apalagi terkait soal integritas dan moralnya. Ya udah, sebelum ini berlarut-larut, karena memang ada pengaduan dari beberapa daerah, mundur saja. Kalau tidak nanti kita laporkan saja ke polisi," ketus Zufra lagi.

Secara kelembagaan, PWI memang tidak punya institusi resmi atau bidang yang khusus meneliti keabsahan atau keaslian ijazah seseorang calon anggota PWI. Namun secara organisasi, PWI ada aturan yang mengaturnya yakni Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan.

Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar berkampanye di beberapa kabupaten/kota tentang integritas, tentang moral, tentang kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik. Itu harus dikawal. Dewan Kehormatan kata Zufra akan terus memonitor dan mengawal ini.

"Tidak patuh, ya udah keluar saja sebagai anggota PWI. Ini tidak hanya berlaku bagi anggota muda saja, tapi juga berlaku bagi senior-senior," tukas Zufra.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini