Wahh,, Proyek Tanpa Plang Nama di Depan Rumdis Wako

Redaksi Redaksi
Wahh,, Proyek Tanpa Plang Nama di Depan Rumdis Wako
ari/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com- Keberadaan proyek fisik tanpa plang nama (siluman), ternyata bukan saja banyak ditemukan dipelosok atau di tengah kota Pekanbaru, akan tetapi hal yang sama juga terdapat tepat di depan rumah dinas Walikota Firdaus ST, di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru.

Proyek tanpa plang nama itu, adalah proyek pembangunan drainase dan pedestrian (pejalan kaki) yang saat ini tengah dikerjakan oleh rekanan dari Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya PU Kota Pekanbaru. 

Dari hasil pantaaun riaueditor.com di lokasi proyek, Sabtu (8/10/2014) siang, tampak para pekerja sedang sibuk mengerjakan proyek drainase di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Pekerjaan darinase dimulai dari Simpang lampu merah depan RS Santa Maria hingga ke Simpang Jalan Riau depan rumdis Walikota Pekanbaru. 

Tampak sesekali para pekerja bangunan memperhatikan kehadiran media ini, saat mengambil beberapa gambar pekerjaan proyek tersebut untuk dokumentasikan.

Dedi salah satu pekerja rekanan, saat ditanyai sejak kapan pelaksanaan proyek tersebut mulai dikerjakan oleh pihak rekanan. Ia enggan memberikan informasi terkait pelaksanaan itu, dan menyarankan media ini untuk mempertanyakan permasalahan tersebut kepada mandor pengawas proyek tersebut.

"Aduh saya gak tau mas, proyek itu kapan dimulai. Sebab saya disini baru satu minggu bekerja disini. Tanya saja sama mandornya mas," jawab tukang ini singkat.

Kembali ditanya mengenai dimana papan plang nama kegiatan proyek tersebut kenapa tidak ada terpampang di lokasi proyek. Sang tukang menyakatan, mengakui bahwa pihak rekanan tidak memang tidak memasangnya, tanpa menjelaskan apa alasan rekanan tidak memasang plang proyek tersebut.

"Iya mas, memang plang proyeknya tidak ada dipasang, gak tau kenapa mereka (kontrator) gak memajangnya dilokasi," tukas tukang ini menjelaskan.       

Dari pengamatan media ini, pelaksanaan pekerjaan terkesan asal jadi, dimana bekas galian tanah tumpukan berserakan di sepanjang jalan tersebut. Rambu-rambu tanda bahaya tentang adanya pekerjaan proyek sangat minim ditemui dilokasi, sehingga membahayakan pengguna jalan yang hilir mudik di sepanjang lokasi pengerjaan proyek tersebut.

Dari hasil informasi yang di himpun proyek tersebut sudah mulai di kerjakan sejak dua bulan lalu oleh kontrkator pelaksana dengan nilai proyek mencapai Rp1 milyar lebih dari APBD Pemko 2014.

Meski proyek tersebut sudah lama berlansung di mulai, namun papan plang nama tak juga terlihat di lokasi, sehingga mirip dengan proyek siluman. (ari)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini