Turun 91 Miliar, APBD-P Inhil 2016 Disahkan Rp2,3 Triliun

Redaksi Redaksi
Turun 91 Miliar, APBD-P Inhil 2016 Disahkan Rp2,3 Triliun
humas inhil
APBD-P 2016 Inhil Disahkan Rp2,3 Triliun
TEMBILAHAN, riaueditor.com - Setelah melalui pembahasan yang alot antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD Inhil, akhirnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah - Perubahan (APBD-P) Inhil Tahun 2016 disepakati sebesar Rp2,3 triliun. Pengesahan APBD-P 2016 dilaksanakan, Jumat (4/11/2016) malam di gedung DPRD Inhil pada rapat paripurna ke 5 masa persidangan III.

Belanja daerah pada rancangan APBD tahun anggaran 2016, semula diproyeksikan sebesar Rp2.479.115.150.395.- dan setelah melalui pembahasan bersama maka diproyeksikan terjadi perubahan pada belanja daerah, dimana belanja daerah diproyeksikan menjadi sebesar Rp2.387.628.112.674.- atau ada penurunan sebesar Rp91.487.037.720.- atau turun 3,69 persen.

Dalam sambutannya Bupati Inhil, HM Wardan mengatakan bahwa sebelum Ranperda ini diambil persetujuan bersama telah dilakukan koordinasi dan pembahasan yang sistematis dan terencana dalam rangka menyamakan persepsi pandangan dan pemahaman terhadap setiap usulan perencanaan dan pelaku pembangunan yang dituangkan dalam program dan kegiatan.

"Proses dan hasil ini patut kita syukuri, karena menunjukkan bahwa tata laksana pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Inhil telah berjalan dengan baik," tukas HM Wardan.

Belanja Tidak Langsung Dikurangi Rp157 Miliar, Belanja Langsung Ditambah Rp65 Miliar

Struktur pendapatan pada Rancangan APBD-P tahun anggaran 2016 Inhil terjadi perubahan, setelah melalui pembahasan bersama, dari semula yang diproyeksikan pada Rancangan APBD tahun anggaran 2016.

Seperti yang dibacakan juru bicara Badan Anggaran DPRD Inhil, Malian Gazali saat rapat paripurna ke-5 masa persidangan III, Tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD), terhadap target proyeksi pada PAD Inhil, semula pada rancangan APBD tahun 2016 sebesar Rp130.745.947.656,36 sen, dan pada Perubahan APBD 2016 ini diproyeksikan menjadi sebesar Rp135.349.726.228,36 sen ada peningkatan sebesar Rp4.603.778.572 ,00, atau naik 3,52 persen.

Tentang dana perimbangan, yang merupakan dana transfer pusat ke daerah, dimana proyeksi dana perimbangan tahun anggaran 2016 sebesar Rp1.589.200.282.260,00 dan setelah melalui pembahasan bersama diproyeksikan berubah menjadi sebesar Rp1.463.191.465.203,00, terjadi pengurangan sebesar Rp126.008.817.057,00 atau turun sebesar 7,93 persen.

Tentang lain-lain pendapatan daerah yang sah, proyeksi lain-lain pendapatan daerah yang sah pada rancangan awal tahun anggaran 2016 sebesar Rp225.179.599.575,00 dan setelah melalui pembahasan bersama diproyeksikan berubah menjadi sebesar Rp436.664.036.514,00 terjadi peningkatan sebesar Rp211.484.436.939,00 atau naik 93,92 persen.

Dari tiga aspek pendapatan di atas dapat disampaikan bahwa semula proyeksi awal rancangan APBD tahun anggaran 2016, pendapatan daerah semula sebesar Rp1.945.125.829.492,00 dan setelah melalui pembahasan bersama pada perubahan, diproyeksikan terjadi perubahan pada pendapatan Kabupaten Inhil menjadi sebesar Rp2.035.205.227.946,00 atau terjadi peningkatan sebesar Rp90.079.398.454,00 atau naik 4,63 persen.

Tentang belanja tidak langsung, semula diproyeksikan pada rancangan awal APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp1.223.256.729.286,00 terjadi perubahan pada Perubahan APBD 2016, sehingga belanja tidak langsung diproyeksikan menjadi sebesar Rp1.066.017.804.991,00 atau terjadi penurunan sebesar Rp157.238.924.294,00 atau turun 12, 85 persen.

Tentang belanja langsung, semula diproyeksikan pada rancangan awal APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp1.255.858.421.109,00 terjadi perubahan pada Perubahan APBD 2016 ini, sehingga belanja langsung diproyeksikan menjadi sebesar Rp1.321.610.307.682,00 atau terjadi kenaikan sebesar Rp65.751.886.573,00 atau naik 5, 24 persen.

Dari dua komponen belanja itu, yaitu belanja tidak langsung dan belanja langsung, maka belanja daerah pada Rancangan APBD tahun anggaran 2016 ini, semula diproyeksikan sebesar Rp2.479.115.150.395,00 dan setelah melalui pembahasan bersama maka diproyeksikan terjadi perubahan pada belanja daerah, dimana belanja daerah diproyeksikan menjadi sebesar Rp2.387.628.112.674,00 atau ada penurunan sebesar Rp91.487.037.720,00 atau turun 3,69 persen.

Sementara tentang penerimaan pembiayaan, sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya (Silpa) semula diproyeksikan sebesar Rp.573.979.753.050,00 dan setelah melalui audit BPK sebagaimana tertuang pada Perda laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2015, Silpa ditetapkan menjadi sebesar Rp386.164.822.875,00. (adv/hms)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini