Tak Sesuai Spek, Drainase Sukarno Hatta Diduga Sudah PHO

Redaksi Redaksi
Tak Sesuai Spek, Drainase Sukarno Hatta Diduga Sudah PHO
fin/riaueditor.com
Saluran drainase yang dibangun di sisi timur Jàlan Sukarno Hatta, tampak digenangi air dan mengancaman bangunan ke arah hilir Rumah Sakit Eka Hospital.

PEKANBARU, riaueditor.com - Berdasarkan spesifikasi tekhnis pada saluran drainase Jalan Sukarno Hatta Pekanbaru paket B, menggunakan besi ulir. Namun di lapangan spek tersebut justru disulap oleh PT Mulia Sejahtra Utama (MSU) selaku kontraktor dengan mencampur besi polos.

“Saya berkali kali ke Dinas PUPR Riau untuk meminta klarifikasi terkait pengerjaan saluran drainase Sukarno Hatta paket B. Namun sayang, setiap saya kesana pejabat seperti PPK Eri Ikhsan dan Kabid Erwin selalu tak ditempat dengan alasan ke lapangan”, ujar Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Masyarakat Jihat (LPKSM Jihat) Efialdi, Senin (25/12/17).

Dugaan ketidak sesuaian spek itu ungkap Efialdi, yakni pada pembesian baja tulangan beton dan pembesian box culvert.

Ia menguraikan, baja tulangan seharusnya menggunakan besi ulir. Namun oleh kontraktor PT MSU malah dicampur dengan besi polos. Begitu juga halnya pada pengerjaan box culvert, pembesian semestinya dua lapis, namun temuan di lapangan hanya satu lapis saja.

Selain soal tekhnis, Efialdi juga mempertanyakan masa kontrak pelaksanaan yang diduga janggal. Pasalnya, proyek APBD Riau 2017 tersebut bukan proyek multiyears.

“Sepertinya ada yang tak beres dalam jadwal masa pelaksanaan pekerjaan. Jika mengacu pada papan plang kegiatan itu artinya baru serah terima (PHO) 7 Januari 2018. Ini kan aneh bagaimana mungkin proyek APBD Murni 2017 bisa menjadi proyek multiyears”, ujar Efialdi mempertanyakan.

Diberitakan sebelumnya, pengerjaan pembàngunan drainase Jalan Sukarno Hatta (paket B), diduga asal jadi. Selain itu proyek APBD Riau senilai Rp 6,3 miliar tersebut terpaksa terhenti di Simpang Jalan Dirgantara akibat pembebasan lahan yang belum tuntas.

Awal (47), warga Simpang Dirgantara mengaku akibat tak tuntasnya pengerjaan drainase, warung miliknya terancam banjir.

"Drainase yang dibangun ini sebenarnya kita dukung supaya sàluran air berjalan lancar. Hanya saja akibat lahan yang belum terbebaskan sekitar 30 meter, para pekerja terpaksà berhenti sampai disini", ujarnya menunjuk Simpang Jalan Dirgantara, sisi Timur Jalan Sukarno Hatta. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini