Taja Dialog Perencanaan Nasional, Gubri Undang Mentri Bappenas

Redaksi Redaksi
Taja Dialog Perencanaan Nasional, Gubri Undang Mentri Bappenas
humas riau
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman sampaikan sambutan dalam Dialog Perencanaan Pembangunan Nasional di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah di Jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu 4 November 2017.

PEKANBARU, riaueditor.com - Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman mengundang Mentri Bappenas Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro, guna menghadiri Dialog Perencanaan Pembangunan Nasional di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah di Jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu 4 November 2017.    

Selain Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman, hadir juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Bambang P. S Brodjonegoro, Deputi bidang Sarana dan Prasarana Wiswana, para direktur, seluruh jajaran dari kementrian, kepala Bapeda Provinsi Riau Rahmat Rahim, seluruh kepala Bappeda se Provinsi Riau Kab/kota, Asisten, staf ahli, kepala dinas dan badan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran Kementrian Bappenas meski jadwal padat dapat hadir di Pekanbaru, guna menghadiri Dialog Perencanaan Pembangunan Nasional bersma dengan Kepala Bappeda Provinsi dan Kabupaten Kota di Riau.

"Alhamdulillah masih menyempatkan untuk diskusi dengan kami dan teman-teman semua kab/kota tentang masalah pembangunan di riau," ujat Gubri. 

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Pemerintah Pusat dan juga atas penambahan anggaran yang di berikan pusat kepada provinsi Riau secara keseluruhan, baik itu terkait proyek strategis nasional yang ada di provinsi riau maupun melalui Kementrian Lembaga dan juga bantuan lainnya terhadap provinsi riau secara keselurahan sesuai harapan masyarakat.

Menurut Gubri, semenjak 2015 lalu provinsi dan kab/kota di riau, merasakan masih ada yang defisit, sehingga masih ada yang cashflownya yang terganggu. Terkai hal itu, pihak Kabupaten Kota dan Pemerintah provinsi pun terus berusaha dengan sekuat tenaga melalui kegiatan dinas badan dan bantuan keuangan mencoba membantu kondisi fiskal di kab/kota di Riau. Akan tetapi lanjut Gubri, realisasinya jauh dari harapan. 

"Pada kesempatan ini pak menteri akan menyampaikan beberapa skin baru, untuk melaksanakan pembangunan dan kerjasama dengan swasta. Inilah adalah salah satu cara mengatasi kekurangan pendapatan di masing-masing daerah di provinsi juga mudah mudahan ini salah satu solusi yang di harapkan kedepan," harap Gubri.

Tidak lupa, Gubernur Riau juga berterima kasih kepada Mentri Bappenas yang sudah memberi dorongan bidang olah raga yang saat ini diselenggarakan provinsi Riau melalui Pekan Olagraga Provinsi yang kini masih berlangsung di Kabupaten Kampar, Riau. 

"Sore ini pak menteri akan bermain badminton bersama teman pak menteri dari luar. Kalau untuk olah raga kami punya venus yang cukup lengkap untuk kegiatan olah raga, dan mudah mudahan di ikuti oleh yang lain, dan ini juga menjadi riau khususnya pekanbaru menjadi tujuan olahraga," katanya.

Sementara itu, Mentri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas RI Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pekanbaru ingin berbagi informasi serta menyampaikan skema alternatif dalam pendanaan pembangunan, khususnya pembangunan daerah.

Apalagi menurutya, sebagian besar pembangunan berasal dari ABPD dan APBD itu, sendri dibayar daerah dan tegantung pada Dana Alokasi Umum ada tergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH), khusus untuk ria mungkin sebagian besar tergantung pada DBH. Sedangkan banyak provinsi lain di indonesia menggunakan DAU. 

"Problemnya adalah kebutuhan pembangunan dan tidak pernah bisa dibilang sedikit atau sangat sukar. Bagi kita mengatakan tahapan pembagunan kita sudah cukup dengan terus bertumbuhnya penduduk dan bertumbuhnya ekonomi," ucapnya.

Maka dengan sendirinya lanjut Bambang, kebutuhan akan berbagai sarana pembangunan pun juga makin meningkat, sehingga terjadi kejar-kejaran di satu sisi untuk mendapatkan uang lebih dan di sisi lain belum meyediakan kebutuhan pembangunan itu secara cukup.

Lebih jauh lagi disebutkannya, lantaran APBD yang tergantung pada APBN, mengakibatkan APBN sendiri menghadapi suatu tantangan yang luar biasa. Dimana hampir 2 tahun ini di Kementrian Keuangan bukan mengeluarkan uang, akan tetapi mencari uang dan bagaimana mendapatkan penerimaan yang bisa memastikan pengeluaran nanti bisa jumlah yang di anggap cukup.

"Sebagai manusia, sayangnya tidak pernah mengatakan uang yang kita miliki itu cukup, kita akan selalu bilang uang yang kita dapat itu kurang, meskipun naik setiap tahun. Ini kita selalu bilang kurang, sifat kurang itu tidak hanya muncul di riau saja, tetapi muncul di semua daerah indonesia," ungkapnya. 

Akibatnya sambung Bambang, banyak terjadi di daerah yang lupa membangun atau terlambat membangun, karena terlalu berharap adanya alokasi yang memadai dari APBN melalui Kementrian Agama maupun dari APBD.

"Jadi pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan kerjasama pemerintah dan badan usaha," tutur  Mentri Bappenas ini menyarankan.***


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini