Pengerjaan Jalan Piere Tendean Air Molek Asal Jadi

Redaksi Redaksi
RENGAT(riaueditor)-Pengerjaan pengerasan dan pengaspalan Jalan Piere Tendean Kelurahan Tanjung Gading Kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu, amburadul. Rekanan kontraktor yang melakukan pekerjaan ini diduga tak memiliki pengalaman kerja dan mengejar target penyelesaian menjelang berakhirnya tahun anggaran 2012.

Pantauan di lapangan, pekerjaan Jalan Piere Tendean ini terlihat dilakukan asal jadi. Kondisi jalan yang belum layak untuk diaspal, namun oleh kontraktor sudah disiram dengan aspal cair, sehingga proyek ini terlihat amburadul dan asal-asalan dan tidak memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat.

Proyek ini juga seperti proyek siluman karena tidak dilengkapi dengan plang proyek. Ini jelas bertentangan dengan UU 40 tahun 2007, di mana setiap kegiatan yang bersumber dari APBD dan APBN harus dilengkapi plang.

Sumber riaueditor di Dinas PU Inhu menyebutkan, pengerjaan proyek jalan yang bersumber dari APBD Kabupaten Inhu ini memang belum ada tensiti atau tes kepadatan oleh pihak PU Inhu. Namun oleh kontraktor sudah dilakukan penyiraman aspal cair.

Masih menurut sumber ini, selain kontraktor pelaksana pekerjaan yakni PT. Inti Indokom yang belum memiliki pengalaman di bidang pengerasan dan pengaspalan jalan, kontraktor ini juga mengejar target penyelesaian pekerjaan, mengingat hanya dalam hitungan hari, tahun 2012 akan segera berakhir.

Terkait permasalahan tersebut, Kepala Dinas PU Indragiru Hulu Ir. H. Asmara HK, MM dikonfirmasi melalui selulernya, enggan berkata banyak. Asmara berjanji akan mengintruksikan kepada Kabid terkait di Dinas yang dipimpinnya untuk melakukan pengecekan ke lapangan.

Adi, warga Tanjung Gading yang berdomisili di sekitar Jalan Piere Tendean menyebutkan, pembangunan jalan ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat sekitar.

Namun  melihat kondisi fisik saat ini, Adi menilai kondisi jalan ini tak akan berumur panjang. “Karena pengerjaannya dari awal kemarin saya perhatikan asal jadi saja. Juga tidak jelas perusahaan mana yang mengerjakan, kata Adi.

Sebagai warga sekitar, Adi berharap dinas terkait serius menyikapi pengerjaan kontraktor yang asal jadi ini. Tak hanya pada Jalan Piere Tendean ini saja, namun juga proyek lainnya di Kabupaten Inhu.

"Hingga proyek yang dikerjakan dari uang rakyat itu bisa benar-benar bermanfaat untuk rakyat, bukan untuk keuntungan pihak-pihak tertentu saja," singkat Adi.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini