Pemprov Kaji Resiko Penggunaan SOTK Lama dan Baru

Redaksi Redaksi
Pemprov Kaji Resiko Penggunaan SOTK Lama dan Baru
Assisten III Setdaprov Riau, Hardy Djamaluddin.
PEKANBARU, riaueditor.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini tengah membahas penggunaan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru atau SOTK lama. Pengkajian itu untuk melihat resiko atau kendala terkecil dalam pertanggungjawabannya dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Hal ini dibenarkan langsung oleh Assisten III Setdaprov Riau, Hardy Djamaluddin kepada wartawan. Dikatakannya, pihaknya sudah mulai membahas penggunaan SOTK lama dan baru dengan tim  untuk itu saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Riau mencari minimal resiko atau kendalanya.

"Memang secara teknis lebih mudah dan lebih fleksibel pelaksanaannya itu menggunakan SOTK lama," kata Hardy, Rabu (9/7).

Jika ada keinginan Gubernur Riau, H Annas Maamun menggunakan SOTK baru, lanjutnya, tetap bisa dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun sebelumnya pihaknya harus mengetahui resiko apa saja ketika Pemprov Riau menggunakan SOTK baru di APBD Perubahan, sehingga pihaknya bisa mencarikan solusi untuk mengatasinya nanti.

"Sebenarnya gampang menggunakan SOTK baru atau lama. Cuma tak menutup kemungkinan pasti ada kendala-kendala yang menyulitkan dalam pelaksaannya. Dan itu tak bisa kita hindari, paling tidak kita bisa memanilisirnya," jelasnya.

Disinggung mengenai realisasi Anggaran Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2014? Hardy menyatakan belum sampai 20 persen. Namun diperkiran realisasinya akan sampai sesuai yang diharapkan, karena saat ini masih banyak proses Bendahara Umum Daerah (BUD), seperti bagi hasil, dana BOS dan hibah lainnya. Jika itu terealisasi akan bisa mendongkrak realisasi APBD 2014.

"Ditambah lagi kita sekarang sedang melengkapi proses administrasi pencairan dana guru bantu. Insya Allah bulan ini (Juli, red) kita selesaikan prosesnya, dan ini sedikit membantu meningkatkan kinerja," ujarnya.

Ditambahkan Hardy, untuk teknisnya itu dengan Biro Keuangan, yang jelas dana guru bantu untuk tiga bulan kedepan. "Karena sebelumnya gaji guru bantu sudah cair, untuk tiga bulan kedepan sedang dipersiapkan prosesnya," tutupnya. (dea)




Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini