Pemko Harus Tegas Tutup Rumah Makan Selama Puasa

Wagubri: Jangan Ada Anggota Satpol PP Bekingi Rumah Makan
Redaksi Redaksi
Pemko Harus Tegas Tutup Rumah Makan Selama Puasa
humas riau
Wakil Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rahman
PEKANBARU, riaueditor.com- Wakil Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rahman meminta agar setiap anggota Satpol PP tidak ada yang membekingi kedai kopi maupun rumah makan selama bulan puasa. Selain itu, Wagubri meminta ketegasan Pemko untuk menutup rumah makan dan kedai kopi selama bulan puasa tanpa ada satupun yang dibuka terbuka.

"Pemko harus melakukan pengawasan secara merata jangan sampai ada pembiaran dari pihak Satpol PP pekanbaru sebagai pihak pengawasnya," kata Gubri dalam rapat menyambut bulan puasa dan lebaran di lantai 8 gedung Menara Lancang Kuning, Kamis (26/6).

Jangan sampai ada, sambungnya, kedai nasi dan warung kopi yang buka di siang hari. Kalaupun dibuka, harus ada jadwal tetap yang harus dipatuhi oleh pelaku usaha.
"Jadi jangan sampai yang lain tutup, ada yang dibuka. Kalau tutup ya tutup saja, jangan setengah-setengah," tegasnya.

Mantan anggota DPR RI tersebut juga meminta kepada Anggota Satpol PP untuk tidak menerima sogokan-sogokan dari pihak kedai nasi dan kopi untuk mengamankan usahanya.

"Jangan nanti dikasih sedikit akhirnya dibiarkan untuk beroperasi," ucapnya. Pada kesempatan itu, hadir dalam rapat persiapan ramadhan dan lebaran yang diselenggarakan Pemprov Riau juga dihadiri oleh pihak Pemko Pekanbaru yakni Assisten IV Pemko Pekanbaru, Sentot Prayetno. Mendengar perintah Wagubri tersebut, Sentot hanya mengangguk dan mencatat apa yang disampaikan tersebut.

Menanggapi jadwal buka tutup rumah makan selama bulan puasa tersebut, Kepala kementrian agama (Kemenag) Riau, Tarmizi Tohor menyarankan jam operasional rumah makan dimulai pada pukul 16.00 WIB dan tutup hingga waktu sahur berakhir.

"Dalam Islam, ada aturannya untuk diperbolehkan untuk tidak berpuasa bagi orang-orang yang telah ditentukan dalam aturan itu seperti orang sakit dan lain sebagainya. Sebenarnya dari itu semua, saling menghargai lebih penting," ujarnya.

Memang, harus ada ketegasan dari Pemko Pekanbaru untuk menutup dan membuka rumah makan selama bulan puasa. Jika ingin dibuka, jangan ada tenda-tenda yang menghalangi kalau ada aktivitas makan minum di sebuah kedai tersebut.

"Kalau mau makan, ya makan saja dan jangan ada tutup-tutup pakai kain dan akhirnya orang lain juga melihat. Saran saya ya memang harus ada jadwal, jadi yang tidak berpuasa bisa masak sendiri," tukasnya. (Dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini