Prabowo ke Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kecewa

Redaksi Redaksi
Prabowo ke Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kecewa
Presiden Prabowo Subianto saat di Riau.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa memadamkan api dan tak berani menangkap korporasi Yang Konsesinya terbakar di bulan Agustus 2026 ini.

Dinamisator Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau yang diprakarsai aktivis lingkungan hidup Johny S Mundung, mendesak Presiden Prabowo Subianto menurunkan pangkat aparat penegak hukum yang belum menuntaskan kasus Karhutla di daerah teritorialnya.

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa melihat kondisi Kabut asap saat ini semakin tebal, namun presiden justru memberikan janji jabatan kepada Kapolda dan Pangdam.

"Kok Presiden seperti tak punya kepekaan sence of crisis, atau sence of belonging terhadap derita masyarakat Riau saat ini," ujar Mundung.

Menaikkan pangkat memang memicu perdebatan publik dan kritik dari berbagai aktivis lingkungan. Di satu sisi, pendekatan ini dinilai berbeda dari era Presiden Jokowi yang kerap mengancam akan mencopot aparat jika terjadi karhutla.

Namun di sisi lain, pemerintah mengeklaim kebijakan ini merupakan bentuk insentif dan ketegasan, agar aparat bekerja maksimal di lapangan.

Padahal, lanjut Johny Mundung, fakta terbaru mengenai situasi karhutla dan kebijakan di Riau per Agustus 2026 justru menunjukkan kegagalan Aparat Keamanan dalam menegakkan hukum terhadap Korporasi.

Status Kebakaran Lahan di Riau semakin meluas. Bahkan Berdasarkan data BPBD Riau, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total lahan yang terbakar mencapai 16.277,50 hektare.

Kebakaran bulan Agustus tersisa sekitar 900 hektare lahan yang masih aktif terbakar dan tersebar di 7 titik di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu), dan Kampar.

Jumlah Titik Panas Tercatat ada 10.514 titik hotspot dan 521 titik api (firespot) yang terdeteksi selama periode tersebut.

Janji syarat kenaikan jabatan dari presiden saat memimpin rapat koordinasi di posko Aju Pekanbaru pada Senin lalu, mengiris ngiris hati dan perasaan masyarakat Riau yang sampai saat ini sudah 2000 orang terpapar ISPA.

Johny Mundung menegaskan, apresiasi aparat sangat perlu, tapi kalau kenyataan ada terbakar dan banyak orang sakit, itu justru menyakiti hati masyarakat Riau

"Tuntaskan dulu sisa 900 Hektare karhutla yang masih membara, jebloskan ke penjara perusahaan atau korporasi pemegang konsesi," tukas Mundung

Para aktivis tak akan ragu memberi apresiasi yang tinggi atas program green policing yang dijalankan. Namun apresiasi dan penghargaan adalah sesuai hasil karya dan hasil kerja lapangan.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini