Ngambang, RTRW Riau Tercemar Kepentingan

Redaksi Redaksi
PEKANBARU(riaueditor)- Hingga detik ini, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau masih ngambang dan tidak ada kejelasan. Berbagai pihak menuding Pemprov tidak serius menyelesaikan RTRW, dikarenakan adanya ada kepentingan tertentu.

"Kami melihat ketidakseriusan Pemprov Riau menyikapi tindak lanjut masalah ini ke pusat. Kalau pun tiap daerah kabupaten/kota menolak menandatangani draft RTRW yang disusun Bappeda, rasanya itu telah diselesaikan," kata Rawa El Amady, dari Badan Advokasi Publik Riau.

Rawa menambahkan, jika Pemprov memang serius tentunya tidak saat ini baru umbar janji. Sebab, sebelumnya itu juga pernah Asisten II Emrizal Pakis melansir di media massa bahwa RTRW Provinsi Riau akan selesai pada bulan Desember 2012.

Sebelumnya diketahui, 2010 lalu telah dilakukan pembahasan RTRW oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang kala itu dipimpin oleh Emrizal Pakis. Saat itu dalam rapat pembahasan RTRW ini muncul protes oleh Bupati Rokan Hulu Achmad dengan aksi gebrak meja. Pasca kejadian itu, hingga saat ini tak terdengar lagi progress RTRW Riau.

Tercemar Kepentingan

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif LSM Tropika Harijal Jalil menjawab wartawan Jumat (18/1) menyebutkan, RTRW yang hingga saat ini masih menjadi kajian Tim Terpadu Kementrian kehutanan menunjukkan adanya kepentingan. Seharusnya, setelah sekian lama sudah ada keputusan untuk memecahkan polemic permasalahan tata wilayah Riau ini.

"Tidak kunjung jelasnya RTRW Provinsi Riau ini dapat dilihat dari bulan ke bulan, dimana selalu terjadi sengketa lahan. Baik itu antara masyarakat dengan perusahaan, ataupun menyangkut daerah perbatasan antar provinsi yang tidak jelas. Bahkan, tata batas antara kabupaten/kota se Riau inipun ada yang tidak jelas," katanya.

"Bosan membicarakan RTRW ini. Padahal penyusunannya dimulai sejak tahun 2000 lalu. Tim yang mengurusi RTRW ini tidak serius menindaklanjuti ke pemerintah pusat, wajar kalau belasan tahun masalah ini tak kunjung tuntas," Tutur aktivis senior ini.(das)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini