Minimalisir Masuknya Barang Ilegal dari Negara Tetangga, Pemprov Bentuk Tim Terpadu

Redaksi Redaksi
Minimalisir Masuknya Barang Ilegal dari Negara Tetangga, Pemprov Bentuk Tim Terpadu
Kepala Disperindag Riau, Muhammad Firdaus
PEKANBARU, riaueditor.com - Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam waktu dekat akan membentuk tim terpadu untuk meminimalisir barang haram tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Muhammad Firdaus kepada wartawan. Dikatakannya, tim terpadu yang terdiri dari Reskrimsus Polda Riau, Polresta Pekanbaru, Balai POM Riau, Karang Tarina dan Bea Cukai sepakat memberantas peredaran barang ilegal di Bumi Lancang Kuning.

"Kita sudah rapat dengan tim akan menangani barang-barang tidak resmi yang masuk ke Riau, khususnya di Pekanbaru. Karena berdasarkan laporan, masih banyak barang ilegal masuk dan beredar di pasaran," kata Firdaus. Selasa (12/4).

Menurutnya, penyeludupan barang ilegal ini sangan merugikan pendapatan negera, sehingga mempengaruhi industri dalam negeri. Dimana imbasnya produksi barang lokal terganggu, bahkan ada yang gulung tikar.

"Kalau perusahaan gulung tikar, tentu ini menimbulkan banyaknya pengangguran, ‎alhasil dampak sosial pun terjadi, seperti kriminalitas dan lainnya. Makanya kita akan turun bersama tim,  kita sisir Sungai Siak yang ada pelabuhan tikusnya," tegasnya.

Langkah tersebut, sebut Firdaus, agar memberikan efek jerah kepada pelaku importil barang ilegal. Penindakannya juga akan dilakukan secara berkala, sehingga pelaku benar-benar jerah.

"Selama ini Satker yang lain seperti Bea Cukai dan BPOM juga telah melakukan Penindakan terhadap barang ilegal, tapi masih kurang maksimal. Karenanya, dengan dibentuk tim terpadu penindakan akan lebih leluasa," tegasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini