Lahan Sudah Disediakan, Pemda Berharap 2016 Bulog Bangun Gudang di Meranti

Redaksi Redaksi
Lahan Sudah Disediakan, Pemda Berharap 2016 Bulog Bangun Gudang di Meranti
Kabag Ekonomi Setdakab Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar SSos,MSi
SELATPANJANG, riaueditor.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam waktu dekat akan membangun gudang yang sudah lama dinanti-nantikan. Keberadaan gudang ini dinilai mendesak, karena faktor geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari beberapa pulau, sehingga banyak kendala yang dialami saat pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) dari gudang Bulog di Bengkalis.

Kendala yang dihadapi diantaranya ketika air pasang, ongkos yang dikeluarkan harus tinggi. Serta ancaman hujan, gelombang air laut dan lainnya selama perjalanan dari Bengkalis ke Kepulauan Meranti.

Menurut Kabag Ekonomi Setdakab Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar S.Sos,MSi Jumat (18/12/2015) di ruang kerjanya mengatakan, Pemda berupaya semaksimal mungkin agar Bulog bersedia membangun gudang. Kalau tidak ada aral melintang, keinginan tersebut pada 2016 nanti akan terpenuhi.

Kata Agus, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun gudang itu telah dipersiapkan Pemda, salah satunya penyediaan lahan dua hingga tiga hektar yang terletak di Kecamatan Rangsang Barat.

"Pembangunannya sedang digesa, surat penetapan lokasi sudah kita kirim. Kita berharap pembangunan ini masuk di APBN 2016, itupun Bulog yang menentukan. Kita hanya teknisnya saja," ujar Agusyanto.

Disampaikan Agus lagi, dalam pengajuan lokasi, ada beberapa lokasi yang mereka rekomendasikan. Namun, berdasarkan pantauan Bulog, lokasi yang dianggap representatif itu berada di Sialangpasung, Rangsang Barat.

"Beberapa hari lalu saya menghubungi Kanwil Bulog untuk minta pembangunan ini digesa, sebab masyarakat di Kepulauan Meranti sangat mengharapkan. Mereka siap membantu kita," imbuhnya lagi.

Masih menurut Agus, akan banyak keuntungan jika ada gudang Bulog di Kepulauan Meranti. Diantaranya, jika diadakan operasi pasar bisa langsung diambil dari gudang tersebut. Stok beras juga bisa dipersiapkan andai ada bencana alam. Kalau ada beras yang tak layak konsumsi juga akan mudah ditukar.

"Selain itu, petani di Kepulauan Meranti juga bisa menjual beras ke Bulog. Saya harap bisa terealisasi secepat mungkin," bebernya lagi.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini