Jalan Hancur Ulah Truck Proyek, Kontraktor Saling Buang Badan

Redaksi Redaksi
Jalan Hancur Ulah Truck Proyek, Kontraktor Saling Buang Badan
der/riaueditor.com
Jalan Hancur Ulah Truck Proyek, Kontraktor Buang Badan.
BENGKALIS, riaueditor.com- ‎Masyarakat yang bermukim di Desa Wonosari tepatnya di jalan Wonosari Tengah Ujung, Kecamatan Bengkalis terpaksa harus menanggung dampak proyek yang dilaksanakan tahun anggaran 2014 lalu, yakni proyek waduk PDAM dan gedung SMA Plus. Pasalnya, jalan desa jadi hancur hingga 1 km akibat dilewati kendaraan proyek pengangkut material bangunan.

Menurut warga setempat, Tugiman, Sabtu (07/02), kerusakan jalan tersebut akibat dilalui kendaraan berat PT‎ Penampi Windu Sentosa yang melaksanakan Proyek‎ SMA Plus, dan PT Dian Karisma Kencana‎ pelaksana proyek pembuatan bendungan PDAM.

"Sedangkan jalan desa hanya memiliki ketebalan 15 cm dan lebar 2 meter tersebut mana mungkin mampu menahan beban truck pengangkut material bangunan," katanya.

Dikatanya, semestinya kedua perusahaan itu bertanggung jawab membangun kembali jalan yang rusak ini, namun setakat ini belum ada tanda-tanda kontraktor akan memperbaiki jalan desa kami.

"Warga menggunakan jalan ini jalur satu-satunya menuju kota Bengkalis, sepertinya warga sudah dibohongi kontraktor," ungkap pria setengah Abad ini.

Senada yang disampaikan, ‎Kepala Desa Wonosari Suswanto, mengaku sudah menerima laporan warganya, tapi setelah ditindaklanjuti belum ada respon dari kontraktor sama sekali.

"Memang pada saat proyek masih berjalan, kita dari pihak Desa telah melakukan rapat bersama dengan para kontraktor, konsultan perencana dan pengawas dan juga dihadiri warga setempat, dan dari hasil rapat itu, kontraktor sepakat akan memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan mengangkut matrial," terangnya.

Tapi, lanjutnya dalam rapat itu, kontraktor beserta pengawas proyek tidak mau membuat berita acara dan bahkan tidak mau menandatangani sebagai bentuk konsekuensi janjinya, sehingga kami sebagai pemangku dan warga desa merasa dipecundangi oleh kontraktor, ungkap Kades.

Terkait persoalan ini, Direktur PT Dian Karisma Kencana, bernama Alai yang melaksanakan proyek bendungan PDAM, ketika dihubungi mengakui bahwa jalan yang dilalui kendaraan mengangkut matrial proyeknya berakibat rusak berat dan pihaknya tetap bertanggung jawab dan diakuinya juga telah melakukan menimbunan jalan berlubang berulang kali.

"Tapi, kendaraan yang melewati jalan yang saat ini jadi rusak itu kan bukan hanya kendaraan mengangkut matrial proyek saya, tapi juga proyek Gedung Sekolah dari kontraktor lain, jadi tidak adil kalau hanya perusahaan kami yang bertanggung jawab, kita harus sama samalah menanggung tanggung jawab untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut," tutur Alai di ujung telpon.

hingga berita ini diturunkan, Direktur PT. Penampi Windu Sentosa bernama Ono, sudah berulang kali dihubungi melalui telpon genggamnya tidak mau menjawab telpon, bahkan dikonfirmasi melalui pesan singkat juga tidak dibalas.(der)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini