Hindari Konflik, Masyarakat Minta Pj Bupati Inhu Tidak Rekomendasikan Deswita Indra

Redaksi Redaksi
Hindari Konflik, Masyarakat Minta Pj Bupati Inhu Tidak Rekomendasikan Deswita Indra
Jon Lukman
RENGAT, riaueditor.com - Demi menghindari terjadinya konflik antar warga, masyarakat Desa Pulau Sengkilo Kecamatan Kelayang meminta kepada Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk tidak merekomendasikan Deswita Indra sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Pulau Sengkilo.

Hal ini disapaikan perwakilan masyarakata Desa Pulau Sengkilo, Jon Lukman yang juga Wakil Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Perwakilan Riau, Jumat (6/11) di Pematang Reba. Menurutya masyarakat Desa Pulau Sengkilo sangat ingin hidup tenang.

"Namun jika penolakan masyarakat ini tidak dipenuhi, dikhawatirkan akan terjadi konflik, dan ini tentunya akan berdampak terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung 9 Desember 2015 mendatang," ungkapnya.

Untuk itu dirinya atas nama masyarakat Desa Pulau Sengkilo Kecamatan Kelayang meminta kepada Penjabat (PJ) Bupati Inhu H Kasiarudin SH untuk meninjau kembali usulan nama Deswita Indra sebagai Pjs Kepala Desa Pulau Sengkilo.

"Kita tidak bermaksud mengintervensi Pj Bupati, namun hal ini adalah demi kebaikan bersama dan demi kenyamanan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu Nofriadi Anggota DPRD Inhu yang juga Adik dari Deswita Indra ketika ditemui di kantornya mengatakan bahwa pengusulan nama Deswita Indra sebagai Pjs Kades Pulau Sengkilo sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kab. Inhu nomor: 9 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, syarat untuk menjadi Pjs Kades adalah PNS di lingkup Inhu," jelasnya.

Selain itu pertimbangannya adalah Sekretaris Desa (Sekdes) Pulau Sengkilo saat ini memasuki masa pensiun pada tahun 2016 mendatang, sementara Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) akan berlangsung pada 2017, dikhawatirkan akan kembali terjadi kekosongan jabatan.

"Kita juga meragukan tanda tangan yang dibubuhkan masyarakat tersebut, selain itu hanya sebagian saja, jumlah pemilih di Pulau Sengkilo ada 1700-an, tutupnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini