RENGAT, riaueditor.com – Dusun Datai Desa Rantau
Langsat Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)
merupakan salah satu Desa terpencil yang ada di Inhu.
Untuk sampai ke dusun ini dibutuhkan waktu sehari semalam dengan
menempuh jalan sungai dan jalan setapak, karena daerah ini berada
didalam kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).
Kunjungan ini dilakukan oleh Bupati Inhu Yopi Arianto SE sehubungan
dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Forum Lintas Etnis (Forlet) Kab Indragiri
Hulu pimpinan H Agusrianto, SH yang kini akan berusia setahun. Atas
binaan Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE merayakan hari jadinya yang
perdana.
Dalam menyambut hari jadi Forlet yang perdana ini, Ketua Forlet Inhu,
H Agusrianto SH dan segenap pengurus Forlet serta anggotanya, mengajak
Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE untuk melaksanakan Touring dengan
menggunakan sepeda motor ke Dusun terpencil, Dusun Datai Desa Rantau
Langsat Kecamatan Batang Gangsal, Inhu.
Dusun Datai yang berlokasi persis dikawasan Taman Nasional Bukit
Tigapuluh (TNBT), memiliki warga yang berjumlah sekitar 50 KK ini, sudah
bertempat tinggal dikawasan ini sejak zaman penjajahan Belanda, bahkan
Dusun ini sama sekali tidak pernah dikunjungi Bupati sejak zaman
kemerdekaan.
Ketua Forlet Kab Inhu, H Agusrianto SH kepada Wartawan Kamis (26/12),
mengatakan dalam rangka HUT Forlet perdana ini, Forlet Inhu
menjadwalkan untuk mengunjungi warga Inhu yang selama ini tidak pernah
dikunjungi Bupati yaitu Dusun Datai Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang
Gangsal.
Sebagaimana diketahui ucap Asisten Administrasi Umum Pemkab Inhu ini,
kita sering mendengar nama Datai, salah satu pemukiman penduduk yang
berlokasi di kawasan TNBT, untuk menempuh perjalanan ke Datai memang
sangat sulit dan tidak seperti mengunjungi pemukiman warga yang ada di
Inhu lainnya.
Dari Desa Rantau Langsat saja menuju Datai harus menempuh perjalanan
lewat sungai Gansal memakan waktu sehari semalam, dengan lintasan yang
cukup mengkhawatirkan, karena sungai itu dipenuhi dengan bebatuan yang
besar besar.
Menurut Agusrianto, rombongan Forlet yang akan ikut touring ke Datai
sekitar ratusan orang kesemuanya harus menggunakan sepeda motor, sebab
memang sama sekali tidak bisa ditempuh dengan mobil, itupun ditempuh
melawati jalan darat dari Pendawa limo, Keritang (Inhil) yang memakan
waktu dari Pendawa limo itu sampai ke Datai sekitar 4 Jam.
Forlet bersama Bupati Inhu dan sejumlah pejabat pemkab Inhu dan
Muspida Inhu, serta sejumlah pimpinan perusahaan yang akan bekerjasama
dengan Pertamina Lirik, akan melihat dari dekat kondisi di Dusun itu,
serta menyerap aspirasi warga dan memberikan sejumlah bantuan.
Ketua Panitia Touring Forlet Datai, Zulkifli AP, S.Sos, MM
menjelaskan, Touring yang menggunakan sepeda motor kali ini, tidak sama
dengan touring yang pernah dilaksanakan Bupati Yopi sebelumnya, sebab
lokasi medan yang akan dilalui merupakan jalan setapak menelusuri
bebukitan yang cukup terjal dan jurang yang cukup dalam.
Zulkifli yang mengaku baru pulang dari survey lokasi, mengingatkan
kepada anggota Forlet yang ikut dalam Touring, agar tidak gegabah dan
harus konsentrasi dalam menelusuri bukit bukit yang jurangnya cukup
dalam itu.
Touring kali ini akan mengundang Kapolres Inhu, Dandim Inhu, Kajari
Rengat, Ketua PN Rengat, Wabup Inhu, Sekdakab Inhu serta semua Pejabat
Pemkab Inhu, dan sejumlah pimpinan perusahaan, touring kali ini juga
atas kerjasama dengan Pertamina Lirik.
Menurut Ketua Panitia Touring Forlet Datai ini, rombongan berangkat
dari Kantor Bupati Inhu di Pematangreba Rabu (30/12) setelah makan siang
di Datai, akan menuju PT Arvena Sepakat Desa Pangkalan Kasai Kecamatan
Seberida, disini Bupati Yopi dan rombongan akan bermalam dan
bersilaturahmi dengan Karyawan/Staf perusahaan yang juga merupakan
masyarakat Inhu. (Al)