Evaluasi Pegawai Honorer, BLH Gelar Ujian Kompetensi

Redaksi Redaksi
Evaluasi  Pegawai Honorer, BLH Gelar Ujian Kompetensi
Kepala BLH Pelalawan, Syamsul Anwar SH,MH
PELALAWAN, riaueditor.com - Terkait kebijakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk melakukan pengurangan terhadap pegawai honorer akibat rasionalisasi anggaran, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan melakukan uji kompentensi dengan sistem komputerisasi. Pelaksanaan uji kompetensi  berlangsung selama dua hari.

"Kita melaksanaan uji kompetensi terhadap pegawai honorer mulai hari ini, Senin dan Selasa besok . Untuk saat ini, jumlah pegawai honorer yang ada di dinas kita sebanyak 21 orang," terang Kepala Badan Lingkungan (BLH) Kabupaten Pelalawan Syamsul Anwar SH,MH, Senin (11/4).

Syamsul juga mengatakan, bahwa ujian kompetensi yang di laksanakan ada beberapa bidang seperti wawasan kebangsaan, pemahaman kelembagaan, tugas-tugas pokok pekerjaan, pemahaman organisasi dan tentang bidang lingkungan. kegiatan ini merupakan program BLH sendiri, untuk mengevaluasi pegawai tersebut.

"Kita berharap, adanya kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan mereka (pegawai honorer,red) dan dengan adanya kebijakan tersebut dapat mengevaluasi para pegawai honorer yang kurang kinerjanya atau pemalas," ujar Syamsul Anwar.

Selain uji kompentensi, sambungnya, kita juga melihat kedisiplinan sehari-hari selama bekerja seperti tingkat kehadiran (absensi). Hasil uji kompetensi ini akan keluar dalam dua hari ini juga. Setelah hasil uji kompetensi keluar, kita akan merekap data pegawai honorer. Setelah itu, dalam minggu ini juga hasil evaluasi tersebut akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pelalawan, jelasnya.

Sementara itu, Bupati terpilih  HM Harris menambahkan kerap menyatakan bahwa isu pemberhentian terhadap pegawai honorer tidak main-main.Pemkab Pelalawan akan mengambil kebijakan untuk merumahkan tenaga honorer. Alasan pengurangan terhadap pegawai honerer bukan dikarenakan rasionalisasi anggaran saja, melainkan tidak efektif membantu kinerja instansi tempat dirinya ditugaskan dipastikan bakal diberhentikan.

"Saat ini  kita menyadari kinerja sejumlah pegawai negeri dantenaga honorer di lingkungan Pemkab Pelalawan masih sangat lemah. Secara jujur, kita dibuat serba salah merealisasikan rasionalisasi anggaran dengan tidak melanjutkan kontrak tenaga honor, sebab menyangkut nasib ribuan tenaga honor. Sementara disisi lain, pemerintah daerah secara tidak langsung dipaksa pemerintah pusat untuk mengetatkan ikat pinggang dengan dipangkasnya anggaran DBH," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini