Dinas PU Riau Dinilai Lambat Perbaiki Jembatan Siak III

Redaksi Redaksi
PEKANBARU, riaueditor.com- Kendati terus mendapat sorotan agar Jembatan Siak III atau dikenal dengan nama resmi Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah diperbaiki segera. Karena dikhawatirkan jembatan yang didanai APBD Riau ini nanti bisa terancam ambruk. Namun, hingga kini belum juga dilakukan perbaikan.

Terkait belum jelas kepastian akan diperbaikan Jembatan Siak III ini, kembali dipertanyakan Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Hukum Advokasi dan Kebijakan Publik di Kadin Riau, Zahirman kepada wartawan Senin (14/1) mengatakan bahwa sudah ada hasil kajian dari tim ahli, kenapa belum diperbaiki.

"Heran juga kita dengan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini melalui Dinas PU yang terkesan ingin memperlambat perbaiki Jembatan Siak III. Padahal itukan sudah ada hasil kajian tim ahli, bahwa jembatan sudah harus diperbaiki yang disebab kondisi terbaru jelas membahayakan pengguna jalan," katanya.

Pasalnya, dari hasil pengamatan terakhir tim kontruksi Kadin Riau inikan ada menyimpulkan bahwa kondisi Jembatan Siak III terbaru adalah semakin bahayakan pengguna jalan. Sebab, salah satu dari beberapa hanger (baja penahan) kondisi dalam over stress. Maka, ini sudah harus segera diperbaiki Dinas PU Riau.

Dikesempatan itu Zakirman mengatakan, sebelumnya memang ada niat Pemprov Riau untuk memperbaiki dengan menutup akses jembatan tersebut. Tetapi kenyataanya, hingga kini jembatan dikerjakan PT Waskita Karya itu belum juga dilaksanakan.

"Ini yang sangat kita sesalkan. Tidak ada kepastian diperbaiki," katanya.

Zakirman juga menyampaikan, perbaikan ini harus segera dilaksanakan, dikarena jika dibiarkan, maka bisa semua hanger nantinya dalam kondisi stress. Artinya ini sambungnya bisa terjadi karena beban tonase jembatan yang tidak didukung oleh kemampuan konstruksi. Sehingganya membuat baja penahanya melengkung.

"Bisa jadi, nantinya baja penahan yang penopang jembatan itu akan melengkung. Kondisi tersebut membuat semua hanger menjadi stress. Kini, memang hanya ada satu baja penahan sudah dalam kondisi over stress. Namun jika ini dibiarkan, bisa jadi beberapa baja penahan akan ikut-ikutan over stress," ujarnya.

Jika semua hanger over stress, sambungnya, maka potensi untuk putus sangatlah besar. Artinya, jika baja penahan putus tentu bisa dipastikan beban jembatan sangat rentan roboh. Dalam hal ini, sebutnya Kadin tidak menginginkan terjadi robohnya jembatan Kukar di Tenggarong, Kutai Kartanegara terjadi di Riau.

"Bukan masalah malunya, tetapi korban jiwanya yang harus diperhitungkan. Yang menjadi pertanyaan, apakah pemprov Riau mau mengorbankan warga jika jembatan ini tidak kunjung diperbaiki," urai Zahirman sembari menegaskan, perbaikannya jembatan sampai kini masih jadi tanggungjawab dari kontraktor pelaksana.(das)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini