Camat Rumbai Pertanyakan Lurah Soal Oknum RW yang Diduga Mengalihkan Bansos

Redaksi Redaksi
Camat Rumbai Pertanyakan Lurah Soal Oknum RW yang Diduga Mengalihkan Bansos
Camat Rumbai, Vemi Herliza

PEKANBARU, riaueditor.com - Dari 14 ribuan warga Rumbai yang mengisi formulir dampak Covid-19, hanya12ribuan yang tervalidasi. Dari jumlah tersebut, distribusi bantuan sosial (bansos) yang diterima Kecamatan Rumbai hingga tahap II, baru 3.109 paket.

"Total yang kita ajukan penerima bansos covid-19 kemarin, kalau ngak salah14 ribuan. Setelah disortir tinggal 12 ribuan karena pengisian formulirnya tidak lengkap atau ndak valid", ujar Camat Rumbai Vemi Herliza saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (27/05/20).

Ia menjelaskan, pengisian formulir oleh masyarakat di 8 kelurahan Kecamatan Rumbai tersebut, sebagian ada yang bolong-bolong. Semestinya harus diisi lengkap. Kalau tidak maka tidak terdata semua.

"Ini memang ada prioritas-prioritas. Nah, setelah disampaikan ada perankingan berdasarkan kondisi dan penghasilannya", ujar Vemi.

Sedangkan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan BNPT data Kementerian, sebanyak 2014 orang, ditambah Data Terpadu Kemiskinan (DTK) 1.886 orang, tambahnya.

"BLT kita kurang faham karena itu data Kementerian. Dan yang menerima itu langsung ke kantor pos atau via rekening masing masing penerima", katanya.

Vemi menjelaskan, sejauh ini Kecamatan Rymbai sudah menerima bansos 3.109 paket. Dimana tahap pertama sebanyak 1.181 paket dan tahap kedua, 1.228 paket.

Sementara menyikapi temuan wartawan terhadap pengalihan bantuan oleh oknum RW di Kelurahan Palas, Vemi mengaku akan mencari tahu soal tersebut. Ia berjanji akan mengkonfirmasi hal tersebut ke Lurah.

"Yang jelas secara pribadi, silahkan ke Lurah. Kalau ada permasalahan baru lapor ke kita. Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang melapor. Dalam arti penyaluran aman dan tidak ada komplain ke kami", ujar Vemi.

Ia mengatakan, pada dasarnya ketua RW tidak berhak mengalihkan bantuan. Hanya saja pihaknya belum tahu apakah penerima bansos tersebut dinilai mampu atau seperti apa.

"Kalau memang namanya ada dalam data penerima bansos tapi dia tidak dapat, itu perlu dipertanyakan kenapa dia tidak dapat", ucapnya.

Vemi pun langsung merespon temuan wartawan tersebut.

"Nama-nama penerima bansos ndak ada ditempel di kantor Lurah ya. Kenapa ndak ditempel, siapa yang ribut-ribut. Terus ributnya kenapa. Itu kebijakan RW. Yang tahap I sudah oke, jadi yang masalah tahap II atau macam mana", tànya Vemi kepada salah satu Lurah via telepon saat tengah dikonfirmasi wartawan.

Kendati bertanya secara lembut, namun secara tegas dan berwibawa  Vemi menekankan kepada Lurah tersebut, agar menempelkan sekarang juga nama-nama penerima bansos covid-19. 

"Tempelkan sekarang ya, biar masyarakat tahu. Kalau ada diantara nama warga penerima bansos tapi juga tercatat sebagai penerima PKH, laporkan segera ke saya. Minta data-datanya", ujar Camat yang dinilai sangat respon terhadap keluhan warga tersebut. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini