Kendati Sudah Punya 15 MW

Bupati Sebut Masyarakat Pelalawan Masih Keluhkan Listrik

Redaksi Redaksi
Bupati Sebut Masyarakat Pelalawan Masih Keluhkan Listrik
Bupati Pelalawan HM Harris
PELALAWAN, riaueditor.com- Kendati Kabupaten Pelalawan sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power berkekuatan arus daya 15 MW, namun belum juga bisa memenuhi kebutuhan akan listrik masyarakat, padahal sebelum PLTMG ada, PLN cuma menyampaikan bahwa kekurangan arus cuma 5 sampai 10 MW saja.

"Dulu itu PLN cuma menyampaikan kendala kekurangan arus cuma 5 hingga 10 MW saja. Kini Kita sudah miliki 15 MW dari PLTMG Langgam Power, namun belum juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. PLN harus benar-benar kelola listrik dengan lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat jangan hanya sekedar mengejar keuntungan saja dengan lebih mengutamakan pihak-pihak lain seperti industri.

Hal ini dikatakan Bupati Pelalawan HM Harris menjawab keluhan warga Bunut soal krisis listrik.

"Dimana saya melakukan safari ramadhan, selalu saja ada warga yang mengeluhkan soal pemenuhan listrik yang belum dirasakan," ujar Bupati baru-baru ini saat menjawab keluahan warga Bunut soal krisis listrik.

Diakui Bupati, bahwa Kabupaten Pelalawan termasuk dalam kategori Kabupaten/Kota di Riau yang pemenuhan listrik bagi masyarakat yang tercepat. Sebelumnya kita paling rendah pemenuhan kebutuhannya yakni 21 persen. Namun dalam setahun saja persentase pemenuhan listrik masyarakat dengan berdirinya PLTMG Langgam Power naik menjadi 65 persen.

"Bayangkan saja dari yang terendah pemenuhan kebutuhan listrik yang hanya 21 persen, dalam setahun saja meningkat 65 persen. Kita targetkan 2016 nanti 100 persen kebutuhan listrik di Pelalawan terpenuhi," terangnya.

Demi memenuhi target 2016 tersebut, pada bulan September 2014 mendatang PLTMG Langgam Power akan menambah daya sebesar 25 MW.Sehingga total arus yang dimiliki PLTMG Langgam Power yakni 35 MW.

"Ini PLN sebagai pengelola saya pesankan kembali agar memenuhi kebutuhan masyarakat.Kalau terindikasi lebih mementingkan usaha dan industri, kita putuskan saja kontraknya. Sampai kapanpun kalau hanya mengejar untung dan mengabaikan yang primer yakni kebutuhan masyarakat berapapun besar arus yang Kita miliki akan terus kurang," tegas Harris.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini