Banyak Pelabuhan, Karantina Kesulitan Awasi Hewan dan Tumbuhan

Redaksi Redaksi
Banyak Pelabuhan, Karantina Kesulitan Awasi Hewan dan Tumbuhan
ist.net
SELATPANJANG, riaueditor.com- Dengan banyaknya pelabuhan rakyat di wilayah Kepulauan Meranti membuat petugas karantina hewan dan tumbuhan kesulitan dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat, jika membawa hewan dan tumbuhan keluar ataupun masuk ke wilayah Kepulauan Meranti agar melaporkannya. Sehingga bisa dicegah masuk dan keluarnya hama penyakit pada hewan maupun tumbuhan.
 
Kepala Karantina Pertanian Wilayah Selatpanjang, drh Andry Pandu Latansa mengatakan, Jum'at (11/4) kemarin dengan panjangnya garis pantai dan banyaknya pelabuhan rakyat sangat menyulitkan petugas dalam melakukan pengawasan. Meski begitu bukan menjadi halangan untuk tetap memaksimalkan pengawasan.
 
"Kami mengharapkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Kepulauan Meranti dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan. Makanya diimbau kepada seluruh masyarakat dan stakeholder untuk melaporkan hewan dan tanaman serta produk turunannya seperti daging yang akan dibawa baik keluar atau masuk dari wilayah kabupaten kepulaun meranti kepada petugas karantina pertanian guna dilakukan pemeriksaan," himbaunya.
 
Pemeriksaan sendiri, lanjut Andry meliputi pemeriksaan administrasi dan teknis serta kesehatan. Hal itu dilakukan guna mencegah keluar dan masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan berdasarkan Undang-undang no 16 tahun 1992 tentang karantina ikan,hewan dan tumbuhan. Selain itu PP 82 tahun 2000 tentang karantina hewan dan PP 14 tahun 2002 tentang karantina tumbuhan mengenai petunjuk teknisnya.
 
"Hal itu guna menjamin hewan/tumbuhan dan produk turunannya sehat dan layak untuk dikonsumsi," ujarnya.

Kepala Karantina Pertanian Wilayah Selatpanjang itu menilai sejauh ini Kabupaten Kepulauan Meranti masih berstatus bebas terhadap penyakit anjing gila/rabies, brucelosis, jembrana, hogcholera, anthrax dan beberapa penyakit tanaman antara lain hama lalat buah,laethal yellowing yang biasa menyerang kelapa sawit, south american leaf blight yang bisa menyerang tanaman karet.
 
"Karena bilamana penyakit atau hama tersebut masuk ke daerah kita maka tidak lain yang di rugikan adalah petani dan peternak. Bahkan masyarakat sendiri, karena jika hewan atau tanamanya terganggu, maka produksi hewan dan tanaman itu akan mengganggu kesehatan masyarakat yang memanfaatkannya," ingatnya. (jai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini