Akses Jalan Lintas Terputus, Masyarakat Mengkikip dan Tanjung Peranap Terisolir

Redaksi Redaksi
Akses Jalan Lintas Terputus, Masyarakat Mengkikip dan Tanjung Peranap Terisolir
anje/riaueditor.com
SELATPANJANG, riaueditor.com- Program shering budget anggaran pembangunan jalan Koridor Alai-Mengkikip dan Kampung Balak-Mengkikip yang hingga kini belum tuntas, menyebabkan ribuan warga desa Mengkikip dan Kampung Balak desa Tanjung Peranap, terisolir dan sulit untuk mengakses kota Selatpanjang yang menjadi pusat pasar dan pemerintahan.

Dampak dari kondisi ini, berbagai aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat dua desa tersebut, mengalami perlambatan perkembangan. Bahkan, putusnya akses jalan lintas Mengkikip-Kampung Balak desa Tanjung Peranap menyebabkan ratusan siswa SMP dan SMA Kampung Balak turut terganggu.

"Yang kasihan itu, kalau musim penghujan tiba, jalan lintas Mengkikip-Kampung Balak putus direndam banjir setinggi paras lutut. Akibatnya, anak-anak terpaksa tak sekolah. Untuk itu, masyarakat berharap agar Pembangunan jalan lintas Mengkikip-Kampung Balak desa Tanjung Peranap segera dituntaskan," ungkap Zinadi (44 th) salah seorang tokoh masyarakat desa Mengkikip, Minggu (27/4) dihadapan Asisten I Sekdakab Kepulauan Meranti Drs. Nuriman Khair.

Kunjungan Sekdakab Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten I didampingi Kadis Sosial Azmi Ibrahim ke kecamatan Tebing Tinggi Barat disambut Camat Tebing Tinggi barat Mulyadi, Kades Mengkikip Tarmizi, dalam rangka meninjau lokasi persiapan Bakti Sosial dan Jambore Pendidikan Pemkab Kepulauan Meranti yang ditaja bersama Gerakan Meranti Berkibar (GMB) yang akan dipusatkan di kawasan pelabuhan AI3 desa Mengkikip Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Menurut Zinadi, saat ini satu-satunya akses untuk menuju kota Selatpanjang dari Mengkikip dan desa Tanjung Peranap, hanya melalui jalur laut. Meskipun Pemkab Meranti dan Pemerintah Propinsi Riau telah mengupayakan pembangunan jalan Koridor I Alai–Mengkikip dan Kampung Balak–Mengkikip, hingga hari ini belum mampu meretas keterisoliran dua desa bertetangga tersebut dengan pusat kota Selatpanjang.

Beberapa titik ruas jalan Koridor Alai-Mengkikip saat ini putus digenagngi banjir. Belum tersambungnya akses jalan lintas desa Mengkikip-Kampung Balak desa Tanjung Peranap, menyebabkan akses jalan lintas yang menghubungkan dua desa ini juga terputus.

Dengan kondisi tekstur tanah bergambut, menyebabkan body jalan hancur saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, akses dua desa bertetangga ini terputus. Padahal, panjang ruas jalan lintas yang putus ini panjangnya hanya 900 meter.

"Andai saja akses jalan darat ke kota Selatpanjang ini terkoneksi, Mengkikip akan terbuka sebagai pintu masuk bagi Meranti dari daratan Pulau Sumatera di Kabupaten Siak. Saat ini, penyebrangan kempang Mengkikip-Tanjung Pal Siak, sudah tersedia 12 jam. Namun, karena akses jalan ke Selatpanjang putus, akses penyebrangan Roro ke Tg. Pal tak berfungsi normal," beber Zinadi sembari berharap, akhir 2014 akses jalan ini tuntas dibangun pemkab Meranti terutama akses jalan lintas desa Mengkikip-Kampung Balak desa Tanjung Peranap.

Assisten I Sekdakab Kepulauan Meranti Drs. Nuriman Khair, mengatakan untuk tahun 2014 ini Pemkab Kepulauan Meranti dan Pemerintah Propinsi Riau kembali mengalokasikan pembangunan Jalan Koridor Alai-Mengkikip. Hal yang sama juga dilakukan terhadap pembangunan jalan Mengkikip–Kampung Balak desa Tanjung Peranap.

Soal berapa total alokasi anggaran pembangunan jalam Koridor Alai-Mengkikip, diperkirakan mencapai puluhan milyar rupiah. Sedangkan untuk pembangunan jalan lintas desa Menkikip-Kampung Balak desa Tanjung Peranap, sebesar 15 milyar rupiah.

"Insya Allah, pembangunan jalan lintas desa Mengkikip-Kampung Balak, tuntas 2014 ini. Hal yang sama juga kita harapkan untuk jalan Koridor Alai–Mengkikip. Agar pembangunan jalan ini maksimal, masyarakat diharapkan untuk turut mengawasinya dilapangan," tandas Assisten I Sekdakab Kepulauan Meranti tersebut. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini