30 Nelayan Meranti Ikuti Pelatihan Perawatan Mesin Diesel Kapal

Redaksi Redaksi
30 Nelayan Meranti Ikuti Pelatihan Perawatan Mesin Diesel Kapal
je/riaueditor.com
30 Nelayan Meranti Ikuti Pelatihan Perawatan Mesin Diesel Kapal.
SELATPANJANG, riaueditor.com – Sebanyak 30 orang nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti diberikan pelatihan perawatan mesin diesel kapal penangkapan ikan dalam rangka program lanjutan kelautan dan perikanan di kabupaten kepulauan Meranti. Pelatihan itu sendiri digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung selama 7 hari, sejak selasa 13 Oktober 2015.
 
"Program pelatihan dalam bidang permesinan ini dilaksanakan atas dasar amanat Menteri Kelautan dan Perikanan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelauatan dan Perikanan Nomor 21/MEN/2010 yang merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi nelayan dan penangkapan ikan hasil perikanan dalam wadah kelompok nelayan," ucap Kepala DKP Kepulauan Meyang ranti, Drs Askandar.
 
Dijelaskan Askandar, dengan pelatihan ini diharapkan dapat memenuhi tersedianya nelayan memiliki kemampuan dan keterampilan teknis perawatan mesin kapal ikan untuk dapat bekerja atau sebagai operator mesin di kapal penangkap ikan.

"Melalui pelatihan ini, team pelatih akan membimbing secara langsung ke lokasi masyarakat nelayan setempat untuk melaksanakan pelatihan secara berkelompok. Nelayan ini akan mendapatkan pelatihan dari  Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan," imbuh Askandar.
 
Sementara itu, ditambahkan oleh sekretaris DKP Meranti, Elfialdi, peserta akan mendapatkan 2 sertifikat, yaitu sertifikat sebagai peserta atau ikut pelatihan dan berupa sertifikasi lulus ujian perbaikan mesin diesel kapal dari NSP, Nasional Sertifikasi Permesinan yang diakui secara nasional dengan ujian khusus pada hari ke 7, ekstra bagi yang diuji. Bagi peserta yang tidak lulus tidak diberikan sertifikat keahlian tersebut.
 
"Pelatihan ini sangat penting bagi nelayan kita, karena ini merupakan ilmu. Ilmu ini sangat perlu untuk nelayan kita agar berani, mau dan mampu berlayar lebih jauh daya jelajahnya sehingga tidak jadi nelayan tepian yaitu 1-4 mil saja dari pantai sehinga sudah padat tangkap atau over fishing, hasil kecik ikan dapat pun kecik, sehinga diatas 4 mil laut diisi oleh nelayan malaysia atau dari daerah lain. Sehingga kedepan nelayan kita bisa melaut sampai habis air pasang besar dengan hasil yang besar pula, tidak berebut ikan kecil di tepi saje," pungkas Elfialdi. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini