Pemadaman Terus Terjadi, PLN Dianggap Tak Mampu

Roni: Ara Kiri Saja PLN
Redaksi Redaksi
Pemadaman Terus Terjadi, PLN Dianggap Tak Mampu
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril SH

PEKANBARU, riaueditor.com - Ungkapan kekesalan yang mendalam dan hanya bisa berkata, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril SH minta PLN Ara Kiri (Bunuh diri) saja. Pasalnya persoalan listrik seperti pemadaman masih saja dilakukan PLN sampai hari ini yang diketahui sudah terjadi dari zaman dulu. 

"Hanya persoalan listrik mati, sampai hari ini PLN belum bisa mengatasinya. Artinya siapapun pemimpin PLN jika masih terjadi pemadaman listrik jelas kita katakan tidak mampu dan ara kiri saja (bunuh diri_red)," ugkap Roni dengan geram saat mengomentari persoalan listrik di Pekanbaru akhir-akhir ini saat dijumpai dikantornya, Selasa (25/7). 

Akibat pemadaman yang dilakukan PT PLN ini, ditegaskan Roni  bahwa pemimpin PLN sudah tidak mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Pekanbaru.

"Jangan di zalimi masyarakat, jangankan kerusakan, ada perbaikan segala macam harusnya PLN bertanggung jawab. Itu tertuang semua dalam UU Perlindungan konsumen," jelas Roni. 

Roni bahkan memembri analisa saat PLN perbaiki trafo misalnya, berdampak pada pemadaman di sebuah wilayah.

"Masyarakat tak mau tahu itu. Pernah kah PLN hitung, coba tanya pada bos PLN itu semua. Pernah gak kalian di buat kajian yang kajiannya kalau listrik ini mati masyarakat dirugikan sekian miliar akibat padam yang sekian jam tersebut. Tak pernah ada kajian seperti itu karena PLN monopoli," tegas Roni.

Roni menambahkan yang diinginkan masyarakat itu jangan mati-mati listrik itu. 

"Kalau masyarakat Nunggak di putus silahkan tapi listriknya jangan mati-mati. Ini nungggak langsung putus kelebihan bayar di cas bukan depan, Dimana letak keadilannya," tanya Roni. 

PLN Rugikan Pelanggan

Akibat pemadaman yang dilakukan PLN baik itu secara bergilir ataupun mendadak, jelas mendapat kecaman dari masyarakat yang terkena dampak pemadaman oleh PLN. 

Hal ini disampaikan langsung oleh warga Panam, Ratna (32) mengaku listrik padam yang terjadi beberapa jam jelas  merugikan masyarakat. 

"Banyak pelanggan tidak bisa dilayani akibat listrik padam. Apalagi kalau pemadaman terjadi malam hari saat pelanggan saya lagi banyak-banyaknya," kata Ratna yang kesehariannya penjual jus. 

Menurut Ratna, hidup matinya listrik jelas mempengaruhi naik turunnya omset usahanya. "Kalau mati lampunya lama ya dapatnya Sikit, kalau lampu hidup Alhamdulillah dapatnya. Mau dikata apa lagi kalau kita tidak bayar langsung di putus tapi kalau dia (PLN_red) yang memadamkan tak tahu apa yang dibilang lagi, apalagi kita hanya rakyat kecil," ugkapnya singkat. (Eza)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini