Pedagang Petasan Diminta Taat Hukum

Redaksi Redaksi
Pedagang Petasan Diminta Taat Hukum
internet
Stop penjualan petasan
PEKANBARU, riaueditor.com - Keberadaan sejumlah pedagang petasan akhir-akhir ini membuat masyarakat resah, tidak hanya diperjual belikan secara bebas, bahkan dampak yang ditimbulkan dari petasan tersebut sangat berbahaya.

Untuk itu, permasalahan tersebut  perlu menjadi perhatian serius oleh semua pihak, mulai dari Masyarakat, pihak kepolisian, Satpol PP termasuk Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Walikota Pekanbaru.

" Kita himbau kepada para pedagang untuk taat hukum, apa yang dilarang janganlah dijual. Memang pedagang hanya cari nafkah, tapi alangkah lebih baiknya dengan tidak menjual petasan, bayak usaha yang bisa dijual di bulan suci Ramadhan ini, karena petasan itu punya resiko yang berbahaya," demikian diungkapkan anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Tarmizi Akhmad, Senin (29/6)

Menurut Tarmizi, penjualan petasan saat ini sudah masuk dalam kategori berbahaya dan menganggu masyarakat, jadi harus diambil kebijakan untuk mengatur peredaran petasan ditengah-tengah masyarakat agar ada yang membatasi.

" Mulai dari bisingnya suara petasan tidak hanya menganggu orang sholat tarawih, bisa juga mengancam keselamatan seperti membuat rumah terbakar, bahkan mengancam korban jiwa seperti yang terjadi baru-baru ini, untuk itu Pemko harus mengambil tindakan seperti membuat surat edaran (SE) larangan menjual petasan layaknya seperti SE buka tutup rumah makan dan tempat hiburan selama Ramadhan," jelasnya.

Untuk itu, Tarmizi berharap kepada instansi terkait termasuk Satpol PP untuk mensosialisasikan kepada para pedagang agar tidak berjualan petasan lagi.

" Pihak kepolisian, satpol PP juga perlu bertindak tegas terhadap pedagang petasan ini. Selain itu masyarakat juga harus berperan serta seperti RT/RW tentu tahu siapa aja yang berdagang petasan dilingkungannya maka harus diigatkan, dan yang paling penting juga yaitu lingkungan keluarga juga harus senantiasa mengawasi anak-anaknya jagan sampai peristiwa meninggalnya bocah akibat petasan terulang lagi," harapnya. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini