Memasuki Idul Adha, Pemko Didesak Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

Redaksi Redaksi
Memasuki Idul Adha, Pemko Didesak Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri

PEKANBARU, riaueditor.com - Memasuki datangnya hari raya kurban (Idul Adha), Pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru dalam hal ini Dinas Pertenakan (Ditanak), Dinas Kesehatan (Diskes) dan Dinas Perdagangan (Diperindag) diminta agar melakukan koordinasi dan membentuk tim pemeriksaan hewan kurban.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri saat dijumpai dikantornya, Selasa (1/8).

"Langkah tersebut dianggap perlu diambil segera untuk menjamin bahwa hewan kurban yang bakal disalurkan ketangan masyarakat. Tujuannya agar hewan kurban yang terjamin kesehatan, kualitas serta tidak terjadinya gejolak harga ditingkat pedagang hewan kurban tersebut," kata Azwendi.

Dikatakan Azwendi, kepada OPD terkait harus berperan aktif, misalnya Distanak berkoordinasi dengan Diskes dan membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban. 

"Disana nanti akan ketahuan apakah hewan tersebut sehat dan layak konsumsi atau tidak," jelasnya.

Disamping itu, Politisi Demokrat ini juga meminta Distanak untuk melakukan sosialisai dan pendataan hewan kurban yang masuk dari wilayah provinsi tetangga seperti Sumbar dan Lampung dan jangan sampai terjadi kelalaian.

"Kita minta pemeriksaan kehatan terhadap hewan kurban diperketat, apalagi yang datang dari luar provinsi, tujuannya agar hewan kurban yang masuk ke Pekanbaru ini terjamin kesehatannya," bebernya.

Bahkan kalau perlu, Lanjut Azwendi, Distanak bisa memprioritaskan peternak sapi lokal atau pertenak untuk wilayah Pekanbaru, supaya barang atau sapi lokal tertribusi dengan maksimal, namun ketika stok berkurang, baru ambil stok dari luar provinsi Riau.

Selain itu, Politisi Demokrat ini menilai, Disperindag juga harus berperan aktif melakukan fungsi pengawasan, terutama terhadap kestabilan harga hewan kurban yang diperjual belikan ditingkat pedagang hewan kurban di Kota Pekanbaru.

"Kita berharap harga hewan kurban ini tidak terjadi gejolak harga yang signifikan, dan Pemko dalam hal ini Disperindag bisa mengtrol dilapangan, agar ada pemerataan atau standar harga hewan kurban tidak terlalu melambung, dan yang terpenting lagi hewan kurban yang dijual adalah hewan yang benar-benar layak, sehat dan memenuhi ketentuan sebagai hewan kurban," tuturnya. (Eza)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini