Masuki Bulan Ramadhan, Dewan Minta Dinsos Antisipasi Kemunculan Gepeng

Redaksi Redaksi
Masuki Bulan Ramadhan, Dewan Minta Dinsos Antisipasi Kemunculan Gepeng
foto: ist
PEKANBARU, riaueditor.com - Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Pekanbaru, masih tampak di sejumlah titik persimpangan lampu merah maupun di beberapa ruas jalan. Oleh pihak legislatif, Dinas Sosial Pekanbaru diminta, untuk lebih memaksimalkan fungsi dan tugas untuk meminimalisir jumlah gepeng.

Hal ini diungkapkan anggota komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri, menurutnya hal ini terjafi dikarenakan karena kurangnya pengawasan dan upaya dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru.

"Dinas sosial sudah seharusnya mengambil langkah cepat, untuk mengatasi jumlah gepeng yang terus berkembang jika memasuki hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan ini. Langkah konkrit mungkin saat ini bisa lewat razia dan bisa memberikan pembinaan dan melakukan identifikasi, untuk mencari tahu alasan serta asal usul para gepeng sehingga bisa dilakukan pembinaan dan memulangkan para gepeng," ujar Aidil ketika dikonfirmasi, Kamis (18/5)

Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, Marlis Kasim, perlu ada program maupun rancangan yang dibuat oleh dinas sosial untuk meminimalisir jumlah gepeng di Pekanbaru. Sehingga jika ada masukan yang disampaikan, maka komisi III DPRD akan mendukung program yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

"DPRD akan mendorong sesuai 3 fungsi kita yakni pengawasan, legislasi dan anggaran. Dan kita akan mendorong apabila ada usulan yang disampaikan kepada kita di DPRD. Minimal harus ada program yang diusulkan dan kita akan memback-up itu, jika memang terlihat bisa bermanfaat," ucapnya.

Disamping itu Politisi PKB ini mengimbau masyarakat, agar jangan memberikan uang sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun kepada gepeng, karena mereka sudah dikomersilkan.

"Bukan menjadi rahasia lagi, gepeng yang berkeliaran di wilayah Kota Pekanbaru, baik yang cacat tubuh maupun yang tidak, diduga kuat sudah bersifat komersil. Bahkan para pengemis itu ditampung dan dikoordinir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini