Hunian Rusunawa Tangsel Hanya 15 Persen Penduduk Miskin

N PAD Capai Hingga Rp 9 Miliar
Redaksi Redaksi
Hunian Rusunawa Tangsel Hanya 15 Persen Penduduk Miskin
eza/riaueditor.com
TANGERANG SELATAN, riaueditor.com- Mengetahui yang akan dibahas Panitia Khusus (Pansus) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rumah susun sewa (Rusunawa) dan penyertaan modal, Pansus kembali melakukan kunjungan kerja ke kantor DPRD Tangerang Selatan, tujuannya mengetahui korelasi payung hukum pengelolaan rusunawa yang berada di tangerang selatan.

Kedatangan Pansus Rusunawa ke DPRD Tangerang Selatan disambut langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Gacok Sunarso, Ketua Komisi IV DPRD Tangsel Tb Rahmatullah dan anggota Komisi Ratu Khumairoh Nor. Dalam pertemuan juga turut hadir anggota DPRD Boyolali tujuan shering masalah tata tertib (tatib) yang berlaku di DPRD Tangsel.

Dalam pertemuan, Ketua pansus DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel SH mempertanyakan korelasi payung hukum terkait Perda Rusunawa yang akan dibahas Pansus untuk dijadikan Perda.

"Ternyata Perda rusunawa memang ada di Tangsel, dan pemilik rusunawa lebih banyak kalangan mampu. Inilah yang perlu disiasati jangan sampai di Pekanbaru Ranperda ini teradopsi tetap pada korelasinya yakni betul-betul sesuai fungsinya dan tepat sasaran," kata Roni usai melakukan pertemuan Kamis (18/12)

Dari apa yang didapatkan di kunjungan kerja ke tangsel, Roni mengaku dari Perda yang ada di Tangsel soal pengelolaan Rusunawa, yang perlu disiasati dan dibahas bersama tim ahli.

"Yang jelas korelasi payung hukum betul orang yang berhak menerimanya dan jelas kalangan masyarakat menengah kebawah," ungkap Roni.

Menanggapi dari apa yang ditanyakan Ketua pansus Rusunawa, TB Rahmatullah menyebutkan di Kota Tangsel memang sudah ada Rusunawa namun hanya diisi sekitar 10 hingga 15 persen penduduk miskin karena sebagian besar mereka adalah tergolong mampu.

"Rusunawa menggunakan dana APBN tapi Pemerintah hanya menyediakan fasos dan fasumnya yang diperuntukkan orang yang mendiami tempat tersebut dan digunakan hanya untuk rumah singgah sementara dan tidak didiami. Untuk hunian Rusunawa hanya 10 sampai 15 persen," ungkap TB Rahmatullah dalam rapat.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD tangsel, Gacok Sunarso menyebutkan dari Tangsel dihuni 7 Kecamatan dan 54 kelurahan, 100 desa  dan rata-rata sudah jdi kelurahan.

"Sementara penduduk tangsel ada 1,4 jiwa penduduk dan awalnya ada 45 angota dewan sekarang jadi 50 anggota dewan. Jumlah penduduk terus meningkat setiap tahun," kata Gancok.

Dengan penduduk yang semakin bertambah, Gancok menambahkan APBD tahun 2015 mencapai Rp 2,8 Triliun dengan pendapatan Asli  Daerah sampai Rp 9 M.

"Yang sangat membantu kita adalah pengembang besar dibawah 3 Perusahaan dan kita terbantu di infrastruktunya," sebutnya.(eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini