Hearing Komisi B dan SPBU Bagansiapiapi Terkait Kelangkaan BBM

Redaksi Redaksi
Hearing Komisi B dan SPBU Bagansiapiapi Terkait Kelangkaan BBM
ram/riaueditor.com
Hearing Komisi B dan SPBU Bagansiapiapi Terkait Kelangkaan BBM.
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Belum beroperasinya SPBU di KM 4, jalan Kecamatan, Bagansiapiapi hingga kini, membuat ke khawatir masyarakat terutama nelayan yang tidak bisa melaut dan buruh angkut yang tak bisa beroperasi, akibat kelangkaan BBM jenis bensin dan solar.

Harga bensin dan solar mencapai 9 hingga 10 ribu rupiah perliter. Guna mengetahui dimana kendala serta kondisi terakhir SPBU Bagansiapiapi, Komisi B DPRD Rohil memanggil seluruh Direksi BUMD dan Kabag Ekonomi serta Disperindag Rohil pada Rabu (20/5) di ruang rapat Lt. III, DPRD Rohil.

Kabag Ekonomi, Acil Rustrianto menyebutkan, sejak tutupnya SPBU nelayan dan buruh angkut seperti becak dan ojek mengeluhkan tidak bisa maksimal dalam mencari nafkah. Dengan kejadian ini sangat jelas merugikan masyarakat. Jadi, pabila tidak ditanggapi dengan serius akan menyebabkan inflasi terhadap ekonomi masyarakat.

"Kita sudah meminta Pertamina Dumai agar SPBU cepat beroperasi kembali, sedangkan prihal 13 rekomendasi yang harus kami penuhi, semuanya sudah dipenuhi dan sudah kita perbaiki. Eh.. malah ditambah dengan rekomendasi baru dari Pertamina Pekanbaru," papar Acil.

Lanjutnya, Pertamina Pekanbaru meminta agar SPBU untuk memperbaiki Health Safety & Environmental (HSE). Berdasarkan hal itu kita juga meminta agar SPBU secepatnya mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh Pertamina, apalagi Pertamina meminta perbaikan secara menyeluruh.

Sementara, Direksi BUMD Sarana Pembangunan, Syahrin Yunan menjelaskan, sejak berdiri tahun 2005, SPBU hanya sekali menyetor deviden. Para pengurus Direksi menyadari banyak masyarakat bergantung hidup dengan keberadaan SPBU Bagansiapiapi.

"Karena itu SPBU Bagansiapiapi tidak bisa melarang masyarakat membeli minyak menggunakan jerigen, kami sudah bicarakan akan permasalahan itu kepihak Pertamina dan pihak Pertamina pun tidak keberatan," beber Syahrin.

Ditambahkan Syahrin, kalau satu SPBU di Bagansiapiapi tidaklah cukup, menurutnya masih perlu dibangun SPBU yang baru agar kebutuhan masyarakat terlayani dan SPBU Bagansiapiapi bisa beroperasi sesuai jam ketentuan buka.

"Apalagi membeli minyak ke Pertamina tidak bisa ngutang, terpaksa kita berikan jatah tiap warga sebanyak 2 jerigen," paparnya.

Bukan itu saja, sambung Syahrin, warga yang mengambil minyak ke SPBU kita berasal dari Sinaboi, Bangko, Pekaitan, Kubu dan Batu Hampar. Makanya berapa pun minyak masuk ke SPBU kita cepat habis.

Direksi BUMD lainnya, Burhanudin beralasan, minyak yang dibeli dari Pertamina sering mengalami penyusutan, dan penyusutan minyak rata-rata per tankinya 1 persen, kalau tidak ada penyusutan maka SPBU akan untung dan SPBU bisa menyetor deviden ke Pemda.

Ketua Komisi B, Hendra ST didampingi Wakil Ketua Komisi B, Habib Nur dan anggota Hj Jumiati. "Jadi bagaimana SPBU untuk menutup cost jika tak memperoleh keuntungan? tanya Komisi B kembali.

Menjawab komisi B, pihak Direksi tidak bisa menerangkan sebab tidak ditunjang dengan neraca laporan keuangan SPBU, seolah-olah terkesan berbelit-belit, membuat kegalauan anggota komisi B karena tidak menemukan jawaban yang pasti dan memuaskan.

Ketua Komisi B, Hendra menegaskan kembali. Jika SPBU mempunyai managemen yang baik maka semuanya sudah terperinci dan sangat jelas dan pertemuan kali ini kita sudah mendapatkan hasil yang memuaskan.

"Sebab kita lalukan hearing kali ini atas nama masyarakat yang sangat mengeluhkan kondisi ini. Sebab masyarakat jelas sangat dirugikan, karena perekonomian masyarakat umumnya sekitaran Bagansiapiapi bergantung pada BBM di SPBU Bagansiapiapi," ujarnya.

Komisi B dan Kabag Ekonomi Setdakab Rohil menegaskan kepada pihak pengelola SPBU, agar kedepannya memberikan neraca laporan yang sama kepada pihaknya sehingga kinerja manegemen SPBU dapat diketahui secara terperinci oleh pihak DPRD dan Pemda Rohil, baik itu keuntungan dan kerugian yang dialami," tutup Hendra ST, Ketua Komisi B.(ram)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini