Gedung DPRD Riau Bakal Dilengkapi Berbagai Fasilitas

Redaksi Redaksi
Gedung DPRD Riau Bakal Dilengkapi Berbagai Fasilitas
riaueditor.com/fin
Kabag Umum Setwan DPRD Riau, T. Aznom Zaifani SE ME

PEKANBARU, riaueditor.com - Jika tak ada aral melintang, gedung DPRD Riau tahun ini akan dilengkapi eskalator.

Saat ini eskalator yang akan dibangun di 2 titik menuju ruang paripurna DPRD Riau itu, masih dalam tahap lelang DED (Detail Engineering Design). Selain eskalator, gedung DPRD Riau juga akan dilengkapi videotron dan media center.

Hal itu disampaikan Kabag Umum Setwan DPRD Riau T. Aznom Zaifani SE ME saat dikonfirmasi seputar pengadaan barang/jasa tahun 2021 di lingkungan Setwan DPRD Riau, Senin (14/6/21).

"Kemarin itu ada tuntutan masyarakat yang sudah lanjut usia.  Untuk naik keatas ruang paripurna itu susah. Kita coba dengan membangun eskalator. Nilainya Rp 10 miliar", ujarnya.

Ia mengatakan, 2unit eskalator senilai Rp 10 miliar yang bakal dibangun di kiri kanan menuju ruang paripurna DPRD Riau itu, didasarkan atas hitung-hitungan Dinas PUPR Riau. Saat ini sedang dalam tahap lelang DED (perencanaan)

Ketika ditanya kapan pembangunan eskalator itu mulai dikerjakan, dijawab Aznom bahwa seharusnya bulan Juli atau Agustus sudah terlaksana.

"Kalau nanti pola kerjanya tertunda waktu, baru akan mulai lelang fisik proyek misalnya September, saya yakin ini batal. Karena saya dapat informasi dari PUPR itu paling cepat pengerjaannya itu 4 bulan", sebutnya.

Selain eskalator kata Aznom, gedung wakil rakyat Provinsi Riau itu juga akan dilengkapi videotron.

"Sebenarnya kita juga khawatir kalau ini dinilai pemborosan anggaran. Tapi mengingat situasi pembatasan sosial akibat covid hari ini, memang butuh alat-alat media. Sedangkan di ruang paripurna saja dulu ada rencananya kita mau bikin layar besar", katanya.

Menurutnya di setiap ruangan komisi DPRD Riau perlu dukungan layar besar. Gunanya untuk zoom meeting dan keperluan lainnya.

"Saya rasa dukungan media layar besar ini sangat dibutuhkan mengingat situasi saat ini. Cuma ketika dianggarkan Rp 2,5 miliar itu nanti, sesuai dengan harga dan kwalitas. Tapi kalau tidak sesuai dengan kwalitas baru itu namanya temuan. Kan gitu", kata Aznom.

Sementara proses terkait pengadaan videotron, pihaknya kata Aznom kurang mengetahui. Karena dirinya bukanlah PPTK atau Pengguna Anggaran.

Sedangkan untuk media center sebut Aznom, akan dibuat bangunan baru. Hanya saja pihaknya mengaku pesimis bangunan media center itu bisa dilaksanakan karena ada aspek perencanaan yang lalai.

Meski begitu, kalau nanti BPKAD setuju dilaksanakan maka dilaksanakan. Tapi kalau tidak, iya tidak, pungkas Aznom. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini