Dewan Sebut PT LIH Perjualbelikan Lahan

Redaksi Redaksi
Dewan Sebut PT LIH Perjualbelikan Lahan
fin/riaueditor.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Sekretaris komisi II DPRD Riau, Sugianto SH menyatakan selain mengolah lahan diluar Hak Guna Usaha (HGU),  PT. Langgam Inti Hibrindo (LIH) juga memperjualbelikan lahan ke perusahaan lain.

"Awalnya ada 15 ribu hektar pelepasan lahan untuk PT LIH. Hanya saja  sebagian terbakar dan sebagian lagi diperjualbelikan kepada PT RAPP untuk HTI", ucapnya.

Hal itu diungkapkan politisi PKB Dapil Siak-Pelalawan tersebut pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Riau dengan Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan diruang Medium DPRD Riau, Rabu (17/6/20).

Sugianto menjelaskan, dari 15 ribu hektar yang dilepas tersebut, 9 ribu hektar diantaranya memperoleh HGU. Selebihnya terbakar dan sebagian lagi diperjualbelikan ke perusahaan lain.

Ia pun meyakini bahwa dari ribuan hektar yang dikuasai PT LIH saat ini 2.225 hektar diantaranya berada diluar HGU, bukan 595 hektar seperti diakui PT LIH.

Sementara anggota Komisi II DPRD Riau, Manahara Napitupulu dan Marwan Yohanis mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar menolak memproses ijin HGU seluas 595 hektar yang diajukan PT LIH.

Pasalnya selain karena tidak memberikan 20 persen lahan plasma kepada masyarakat, juga karena lahan seluas 595 hektar yang dikelola PT LIH berada diluar HGU.

Dalam RDP yang dipimpin ketua Komisi II DPRD Riau Robin P. Hutagalung tersebut tampak hadir  anggota Sewitri, Manahara Napitupulu, M. Arpah dan Marwan Yohanis.

Sedangkan dari pihak eksekutif tampak hadir Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harrofie dan Kadisbun Riau, Zulfadli.

Sementara dari Pemkab Pelalawan tampak hadir Kadisbun Mazrun, Kadis Lingkungan Hidup, Camat Pangkalan Kuras, Kades Kemang, anggota DPRD Pelalawan dan Kejari Pelalawan. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini