Trik Negosiasi Dibalik Busuknya Limbah Sawit (1)

BLH Rohul Bantah Kematian Ikan di Sungai Ngaso
Redaksi Redaksi
Trik Negosiasi Dibalik Busuknya Limbah Sawit (1)
doc.riaueditor.com
Pencemaran sungai Ngaso
UJUNGBATU, riaueditor.com - Kepala Bidang Pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu, Ir Abdul Ma`as membantah keras kesaksian warga Ujungbatu Timur dan Desa Ngaso terkait matinya ribuan ikan di aliran sungai Ngaso pada Senin pagi (26/1/2015) lalu yang diduga tercemar limbah dua pabrik kelapa sawit (PKS) yang berada di hulu sungai Ngaso.

"Itu tak benar, saya tak percaya apa pun itu, yang pasti saat saya kesana tidak menemukan adanya ikan mati, yang ada hanya megap-megap," ujar Ma`as, Senin (2/3/2015).

Ma`as mengaku pihaknya (BLH Rohul.red) telah melayangkan sanksi administratif kepada kedua PKS yang beroperasi di hulu sungai Ngaso, yakni PKS PT Rohul Sawit Industri (RSI) dan PKS PT Lubuk Bendahara Palma Industri (LBPI).

"Kita sudah layangkan sanksi administratif kepada kedua perusahaan, sedang penyelesaian ganti rugi diselesaikan antara Desa dan perusahaan," tukasnya.

Abdul Ma`as juga membantah keras pernyataan warga bahwa periode pencemaran yang dialami sungai Ngaso terjadi berulang-ulang hingga 3 kali. "Itu bohong, yang benar hanya sekali, namun masih ada sisa pembersihan limbah pada minggu berikutnya, kan kita belum selesai menanggulangi pencemaran tersebut," ujarnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Senin (26/1/15) ribuan ikan kembali menemui ajalnya di sungai Ngaso. Ikan tersebut mati diduga karena tercemar limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di hulu sungai yang terhubung dengan Sungai Rokan tersebut.

Pantauan riaueditor.com, Senin (26/1) siang di aliran Sungai Ngaso, ribuan ikan tampak mati dan bahkan sebagian lagi mengelepar diambang kematian. Disatu sisi, warna air sungai tersebut juga terlihat keruh kehitaman dengan bau amis yang menyengat.

Informasi yang dirangkum, ikan tersebut mulai mati sejak subuh dini hari saat warga melakukan aktifitas di sungai.

"Tadi pagi ketika kami mau ke sungai, kami melihat banyak ikan mati. Ketika dilihat warna air keruh dan berbau busuk. Padahal baru seminggu lalu ikan-ikan di sungai tersebut ditemukan mati," ujar Anton salah seorang warga Desa Ujungbatu Timur.

Dikatakan Anton bersama sejumlah warga yang berdomisili di tepi sungai Ngaso, ikan-ikan tersebut mati jelas disebabkan keracunan limbah. "Kuat dugaan kami secara kasat mata kalau ikan tersebut mati disebabkan buangan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di hulu sungai.

"Namun kami tidak bisa memastikan dari mana asal limbah tersebut, karena ada dua PKS yang berada di hulu Sungai Ngaso, kami berharap kepada Bupati Rokan Hulu agar mengambil tindakan tegas karena Instansi terkait BLH Rokan hulu tak bisa diandalkan," ketus Anton. bersambung..

(har/ys)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini