Kembali ke Singgasana, Dua Mega Proyek Bermasalah Menanti Irwan (2)

Redaksi Redaksi
Kembali ke Singgasana, Dua Mega Proyek Bermasalah Menanti Irwan (2)
foto: Ist
Anggaran Minim, JSR dan Pelabuhan Dorak Gagal Dilanjutkan

RENCANA Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melanjutkan pembangunan dua proyek besar pada tahun 2016 ini akhirnya kandas, kedua proyek tersebut yakni lanjutan Pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) dan Pelabuhan Dorak.

Minimnya APBD Kabupaten Kepulauan Meranti disebut-sebut sebagai penyebab batalnya rencana melanjutkan pembangunan dua proyek multiyears tersebut. Sedangkan sejumlah pejabat sudah mulai terseret ke ranah hukum akibat dugaan mark up pembangunan proyek itu.

Anggaran Pelabuhan Dorak Port Proyek menelan dana sekitar Rp92 miliar. Proyek ini sampai 2013 sudah terealisasi 40,7 persen dengan dana sebesar Rp41,66 miliar. Sedangkan proyek Jembatan Selat Rengit menelan biaya sekitar Rp 460 miliar, realisasi pembangunan jembatan tersebut hingga pemutusan kontrak pada tahun 2014 lalu hanya mencapai 17 persen saja.

Penjabat Bupati Kepulauan Meranti, Edy Kusdarwanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, untuk tahun 2016 ini dana untuk melanjutkan pembangunan dua proyek multiyears tersebut terpaksa tidak dianggarkan.

"Pemkab Meranti berusaha menganggarkan dana yang tersedia untuk program yang langsung menyentuh masyarakat. Memang jalan dan pelabuhan sangat penting bagi perkembangan Meranti ke depan, namun jika dipaksakan saya khawatir nantinya akan menimbulkan permasalahan," ujar Edy.

Pj Bupati juga menilai APBD telah disusun berdasarkan aturan untuk kesejahteraan masyarakat.

"APBD ini tidak bisa direncanakan dan tidak bisa disusun berdasarkan kemauan pribadi, tapi disusun berdasarkan aturan yang ada. Tentunya arahnya tidak lain yaitu untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Irwan: Tak ada Persoalan Serius atas Gagalnya JSR

Meski sudah menguras ratusan miliar, pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) akhirnya gagal dan terbengkalai. Bupati Kabupaten Meranti Irwan Nasir justru menganggap hal yang biasa-biasa saja.

"Tidak ada persoalan yang serius atas gagalnya proyek jembatan selat rengit," tukas Irwan enteng saat meninjau proyek JSR didampingi Kadishubkominfo, Hariadi ST MT, Kadis PU Ardahani dan pejabat lainya, Rabu (22/10/14).

Irwan bahkan membandingkan dengan proyek pembangunan Jembatan Siak III dan Siak IV yang juga belum selesai di Pekanbaru.

"Coba kita lihat di Pekanbaru saja proyek Jembatan Siak III dan IV sudah jadi malah rusak, kok orang tidak ada yang ribut, juga Jembatan Siak IV yang juga siap tapi rusak, orang kok diam aja. Hanya di Meranti ini aja ada orang yang ribut-ribut itupun hanya beberapa orang saja, atau orang-orang tertentu saja, jadi kalau sifatnya proyek-proyek yang besar seperti ini kalau ada keterlambatan atau persoalan itu sesuatu yang sangat biasa," ujar Irwan santai.

Dibalik itu, Bupati Irwan mengakui dalam perjalanan pelaksanaan proyek jembatan mengalami sejumlah kendala, dari waktu 30 bulan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.
Dalam pelaksanaan proyek JSR ini, Irwan tetap menyalahkan pihak kontraktor yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan.

Pembangunan Jembatan Selat Rengit dikerjakan secara multi years tahun 2012 hingga 2014 sebesar Rp460 miliar lebih. Tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp125 miliar, tahun 2013 sebesar Rp235 miliar dan tahun 2014 sebesar Rp102 miliar.

Nilai ini belum termasuk biaya pengawasan tahun pertama Rp2 miliar, tahun kedua Rp3,2 miliar dan tahun ketiga Rp1,6 miliar.***

Baca: Kembali ke Singgasana, Dua Mega Proyek Bermasalah Menanti Irwan (1)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini