Proyek Tol Pekanbaru-Padang Lewati Tanah Adat, Walikota Padang Panjang Lakukan Pembebasan Lahan

Redaksi Redaksi
Proyek Tol Pekanbaru-Padang Lewati Tanah Adat, Walikota Padang Panjang Lakukan Pembebasan Lahan
Foto: foto/ Peninjauan Jalan Tol Trans Sumatera, Ruas Pekanbaru – Padang, Kota Pekanbaru, 19 Mei 2021/Youtube: Setpres

JAKARTA - Pembangunan jalan tol Pekanbaru - Padang menemui masalah. Salah satunya pembebasan lahan yang melewati tanah adat.

Walikota Kota Padang Panjang Fadly Amran, mengatakan saat ini sedang melakukan pembebasan lahan. Persiapannya sudah bertemu dengan pemangku adat dan pemilik lahan, hingga pembuatan surat keputusan (SK) untuk menurunkan tim sosialisasi kepada masyarakat.

"Terhubung dengan itu kami sudah menggarap satu lokasi ada 13 kaum, dan sejauh ini berjalan lancar. Ketika jalur tol ini di fase kedua melewati kota Padang Panjang kita siap untuk bersama membebaskannya," katanya dalam Regio Hub CNBC Indonesia, Kamis (28/10/2021).

Bicara kendala tanah adat memang hal biasa yang terjadi di tanah Minangkabau. Menurut Fadly ini perlu komunikasi yang ekstra, dan komitmen masyarakat untuk proses di lapangan. Namun diakui perlu waktu yang lebih lama untuk percepatan ini bisa dilaksanakan.

"Seperti yang kami lakukan di kota padang panjang, tanah kaum ini memiliki dari mamak atau kemenakan di tempat yang berbeda ini perlu kita lihat masalah waktu dan effort supaya bisa berkomunikasi kepada seluruh pemangku pemilik lahan tersebut," katanya.

Selain itu ia mengatakan dalam kendala lainnya itu juga terdapat lahan produktif. Tapi ini hal ini sudah dibicarakan dengan konsultan, kontraktor, hingga DPRD. Solusinya dengan rekayasa pertanian yang tidak akan merugikan alternatif lain sehingga lahan produktif ini bisa berjalan dengan baik.

Menurutnya target pembebasan lahan untuk jalur tol Padang - Pekanbaru ini dibagi beberapa fase. Fase pertama adalah Padang - Sicincin. Dari target sepanjang 36 kilometer sudah terlaksana sepanjang 9 kilometer. Sementara lahan yang sudah dibebaskan sepanjang 13 kilometer.

Dia berharap percepatan bisa dilakukan sehingga bisa berlanjut dari selanjut. Dimana pada fase kedua akses jalan tol ini akan terdapat exit tol ke arah kota Padang Panjang.

"Kita berharap ini dilanjutkan tol penghubung sumatera barat dengan tol Trans Sumatera ini bermanfaat keberlangsungan wilayah," katanya.

Mengutip laporan BPJT, tol Pekanbaru - Padang Segmen Padang - Sicincin ditargetkan selesai pada Januari 2022. Sementara untuk segmen Pekanbaru - Pangkalan ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2023 mendatang.

Permintaan Pemda

Pembangunan tol Padang - Pekanbaru menemui hambatan pembebasan lahan karena melewati tanah adat. Pemerintah Kota Padang Panjang meminta dukungan semua pihak supaya tol ini segera bisa terlaksana.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran, meminta dukungan kepada semua pihak supaya masalah pembebasan lahan untuk jalan tol ini selesai, karena khas Sumatera Barat pada lahan tanah adat ini butuh effort yang tinggi.

"Karena target waktu yang ditentukan juga sangat cepat sehingga effort-nya dua kali lipat pada kasus-kasus persoalan atau pemilik lahan tunggal," katanya.

Dia berharap jalur tol fase 1 dan fase 2 hingga selanjutnya pada pembangunan tol Padang - Pekanbaru ini terus terealisasi. Karena kota Padang Panjang sebagai salah satu kota perlintasan akan terangkat ekonominya terutama dari segi pariwisata.

"Selain itu kita pun produk kita (Padang Panjang) yang dikirim keluar daerah khususnya ke Riau sehingga ini akan menumbuhkan skala pertanian itu sendiri. Ini harapan dari pemerintah, masyarakat pun dari survey 80% sudah setuju pembangunan tol, namun ini treatment-nya hanya beda," katanya.

'Sehingga special case yang ada di daerah Sumatera Barat ini bisa diselesaikan," lanjutnya.

Fadly mengatakan manfaat ekonomi bagi kota Padang Panjang adalah pertumbuhan pusat perdagangan terutama yang berdekatan dengan exit tol. Sebagai kota perlintasan akan mendapatkan manfaat jalur logistik yang lebih baik, terutama produk pertanian seperti hasil susu perah.

Dengan pemangkasan waktu kualitas dan mutunya menjadi jauh lebih baik. Jumlah pengiriman juga akan lebih besar.

Saat ini perjalanan dari kota Padang menuju Kota Padang Panjang membutuhkan waktu 1,5 - 2 jam, bahkan di weekend bisa mencapai 2,5 jam. Dengan adanya tol di Fase 2 memangkas waktu yang lebih besar. "Bayangan saya hanya 1 jam-an saja bisa sampai Bukit Tinggi," jelasnya.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini