PKS Apresiasi Menteri Maman Bela UMKM Toko Mama Khas Banjar

Redaksi Redaksi
PKS Apresiasi Menteri Maman Bela UMKM Toko Mama Khas Banjar
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief.(Foto: Ist)

JAKARTA - Kasus hukum yang membelit Firly Norachim, pemilik Toko Mama Khas Banjar di Banjarmasin, mendapat perhatian penuh dari anggota Komisi VII DPR yang salah satunya membidangi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Hendry Munief.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyayangkan Firly ditetapkan sebagai tersangka, bahkan kini kasusnya sudah bergulir di pengadilan karena dianggap melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen sebab tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa di produknya.

Menurut Hendry Munief, pelaku UMKM tersebut mestinya cukup dilakukan pembinaan.

"Pembinaan itu yang paling penting," jelas Hendry Munief dikutip dari Raja Media Network (RMN), Sabtu (17/5/2025).

Meski demikian, anggota DPR RI dari dapil Riau 1 ini menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan dan berharap Firly diberikan keadilan. Hendry Munief juga mengapresiasi Menteri UMKM, Maman Abdurrahman yang pasang badan membela pemilik Toko Mama Khas Banjar tersebut.

Maman hadir memberikan keterangan sebagaiamicus curiaeatau sahabat pengadilan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (14/5/2025) lalu dengan berharap pemilik UMKM tersebut cukup diberi sanksi administratif kemudian dilakukan pembinaan. Tidak perlu sampai dipidana.

"Kita di Komisi VII itu juga kemarin memberikan apresiasi kepada Pak Menteri kita, Pak Maman, ketika beliau hadir langsung ke persidangan menjadi salah satu yang membantu sebagai sahabat pengadilan," ungkapnya.

"Saya sebagai anggota Komisi VII DPR dari Riau juga memberikan supportyang sama, dukungan yang sama kepada UMKM kita," sambung Hendry Munief.

Ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini memang memberikan perhatian terhadap keberadaan dan kemajuan UMKM di Indonesia. UMKM, kata Hendry Munief merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Tidak tanggung-tanggung, UMKM berkontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan terbukti berperan penting sebagai penyelamat dan penopang ekonomi Indonesia selama krisis moneter 1998 lalu.

"Kita juga melihat krisis di dunia hari ini, Indonesia tetap bertahan. Pertahanan itu salah satu faktornya, ya 65 juta UMKM se-Indonesia," paparnya.

Hendry Munief mengimbau semua pihak untuk turut memperhatikan kemajuan sektor UMKM. Terlebih Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada tahun 2029.

"Ini memang bukan sesuatu yang mudah. Oleh karenanya, kita justru harus menguatkan UMKM kita. Karena peran UMKM yang begitu besar, menyumbangkan 61 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional," tukas Hendry Munief.

Dberitakan, Toko Mama Khas Banjar yang merupakan tempat perbelanjaan oleh-oleh khas Kalimantan Selatan di Banjarmasin tutup sejak awal bulan ini, sebanyak 17 karyawannya dirumahkan, menyusul persoalan hukum yang menjerat UMKM tersebut.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini