Ledakan Tambang Sawahlunto Bukan Musibah Semata

Redaksi Redaksi
Ledakan Tambang Sawahlunto Bukan Musibah Semata
Evakuasi korban ledakan tambang PT NAL di Sawahlunto.(Foto: Ist)

SUMBAR - Kabid SDA Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Diki Rifki mengatakan, ledakan tambang milik PT. Nusa Alam Lestari (NAL) yang terjadi Jumat (9/12/2022) lalu merupakan kesalahan perusahaan. Rifki berharap ledakan yang menewaskan 10 pekerja tambang tersebut tidak dianggap sebagai musibah semata.

"Jangan sampai kejadian ini dijadikan hanya seperti musibah semata, karena kejadian ini diduga kuat memiliki kesalahan yang dilakukan oleh pemilik izin tambang," kata Diki.

LBH Padang juga menduga ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh pemilik usaha pertambangan.

Rifki menyebut kejadian memilukan ini tidak akan pernah terjadi seandainya dokumen lingkungan dijalankan. LBH, menurut Rifki menduga perusahaan tidak menjalankan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja terkait nilai ambang batas kimia.

"Tentu saja, tambang dalam memiliki risiko yang tinggi bertemu zat alam yang membahayakan keselamatan pekerja tambang," ucapnya.

LBH Padang telah mengirimkan surat permohonan informasi terkait dokumen lingkungan yang dimiliki oleh PT. NAL. Mereka meminta hasil pengawasan berkala yang dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PKPPLH) dan inspektur tambang.

"Kami mendesak Kementerian ESDM segera bentuk tim investigasi independen untuk meminta pertanggungjawaban hukum terhadap PT NAL yang berujung pada hilangnya nyawa pekerja tambang," cetusnya lagi.

Kepolisian Daerah Sumbar lanjutnya jangan hanya sibuk silaturahmi, namun segera bentuk tim penyelidikan kasus ini agar kematian pekerja tambang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Sumber: Republika

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini