Tagihan Listrik Bengkak, Menteri ESDM Bantah Tarif PLN Naik

Redaksi Redaksi
Tagihan Listrik Bengkak, Menteri ESDM Bantah Tarif PLN Naik
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri ESDM Arifin Tasrif

JAKARTA - PT PLN (Persero) mendapat banyak komplain dari pelanggan karena tagihan listrik mereka melonjak tajam. Menanggapi hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada kenaikan tarif.

"Iya (tidak ada), siapa yang bilang naikin tarif," ungkapnya, Jumat, (19/06/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan masalah ini akan diselesaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan bersama dengan PLN. "Saya rasa sudah di inikan sama Dirjen sama PLN teknisnya," paparnya.

Sebelumnya, jajaran direksi perusahaan setrum juga disebut mengalami kejadian serupa, lantaran penggunaan konsumsi listrik yang tinggi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Direksi PLN pun alami kenaikan. Tidak ada yang dikecualikan dari kenaikan ini," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Berdasarkan catatan PLN, setidaknya ada 4,3 juta pelanggan pascabayar yang mengalami lonjakan tagihan listrik rata-rata 20%. Jumlah tersebut sekitar 12,46% dari total pelanggan pascabayar yang mencapai 34,5 juta pelanggan.

Zulkifli menegaskan bahwa kenaikan tagihan listrik bukan disebabkan karena adanya kenaikan tarif listrik. Pasalnya, pemerintah sampai saat ini belum memutuskan untuk menaikkan tarif listrik.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan terkait hal ini penjelasan dari PLN sudah clear.

Meski demikian dari pihak Kemenko Marves akan mengirim tim invetigasi jika ada pengaduan. Masyarakat bisa menyampaikan aduannya melalui pengaduanenergi@maritim.go.id," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, (09/06/2020).

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini