Ilustrasi lockdown (IDN Times/Arief Rahmat)Kendati, kata Sultan, peningkatan kasus secara drastis tak cuma ada di Indonesia atau DIY saja. Malaysia dan Singapura, lanjutnya, bahkan juga sudah menerapkan lockdown untuk pengendaliannya.
Sultan menduga penambahan kasus secara global mempunyai grafik tersendiri yang bersifat fluktuatif. Yakni, naik-turun tanpa ada puncaknya.
"Tapi lepas dari kondisi itu ya kita memang harus punya kemampuan mendisiplinkan diri. Kalau enggak, ya selamanya begini terus," imbuh Sultan.
Penerapan prokes kini dilengkapi dengan PPKM yang aturannya dimodifikasi lebih ketat dari sisi perizinan dan pengawasan kegiatan masyarakat yang selama ini ditengarai jadi sumber penularan.
"Menyelenggarakan aktivitas masyarakat (izin dan pengawasan) tidak cukup keputusan kelurahan. Harus kapanewon (kecamatan) juga ikut. Dengan harapan makin ketat. Tapi kalau tembus lagi kurang apa lagi. Kita kan jadi sulit selama masyarakat sendiri tidak mengapresiasi dirinya sendiri untuk disiplin," pungkasnya.
selengkapnya klik idntimes.com >>>>>>>>>