Dijanjikan Lolos Seleksi Penerimaan Polri, Warga Meranti Ditipu Rp307 Juta

Redaksi Redaksi
Dijanjikan Lolos Seleksi Penerimaan Polri, Warga Meranti Ditipu Rp307 Juta
Ilustrasi.(Foto: Ist)

MERANTI - Harapan seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial MN untuk mengantarkan anaknya menjadi anggota Polri berujung kecewa. Ia menjadi korban penipuan modus iming-iming kelulusan seleksi yang dilakukan oleh pria berinisial Z (45) sejak tahun 2020.

Kasus ini bermula ketika korban bertemu dengan tersangka Z melalui seorang saksi berinisial SP pada Desember 2020. Saat itu, Z mengaku memiliki rekanan di Mabes Polri dan mampu menjamin kelulusan anak korban dalam proses penerimaan anggota kepolisian.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, Kamis (3/8/2026) menjelaskan, korvan yangvterperdaya oleh janji manis tersebut, mentransfer uang tahap awal sebesar Rp150 juta, diikuti tambahan Rp10 juta menjelang seleksi.

"Namun, saat anak korban mengikuti seleksi Bintara Polri di Pekanbaru pada 2021, ia dinyatakan gagal," ucap Kapolres.

Meski gagal, Z terus memanfaatkan harapan korban dengan meminta sejumlah uang susulan berulang kali. Tersangka bahkan sempat menawarkan jalur Akademi Kepolisian (Akpol) hingga seleksi Bintara tahun 2023 yang seluruhnya berakhir dengan kegagalan.

"Penyerahan uang yang berlangsung sejak 2020 hingga 2023 tersebut akhirnya menelan total kerugian korban hingga mencapai Rp307 juta. Korban sempat menagih iktikad baik Z untuk mengembalikan, tetapi janji manis pelaku tak kunjung terealisasi hingga korban melapor ke polisi pada April 2025," jelas Kapolres.

Perjalanan hukum perkara ini memakan waktu cukup panjang karena tersangka Z sempat kabur dan mangkir dua kali dari panggilan kepolisian. Pelaku bahkan sempat berpindah-pindah dan lolos dari kejaran petugas di Jakarta, sebelum akhirnya terdeteksi berada di Selatpanjang pada Senin (31/8/2026).

Setelah berhasil diamankan dan menjalani gelar perkara, Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti resmi menetapkan Z sebagai tersangka penipuan dan penggelapan pada Selasa (1/9/2026).

"Sejumlah barang bukti berupa bukti setor, bukti transfer, dan cetakan rekening koran turut disita," terangnya.

AKBP Gede mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan seleksi TNI/Polri dengan imbalan uang. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan anggota dilakukan secara resmi dan transparan tanpa pungutan liar.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini