Penjelasan BMKG soal Dicabutnya Peringatan Tsunami Usai Gempa Donggala

Redaksi Redaksi
Penjelasan BMKG soal Dicabutnya Peringatan Tsunami Usai Gempa Donggala
(Foto: Istimewa)
Tsunami di Palu

Gempa 7,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sempat ada pertanyaan, mengapa BMKG memutuskan mengakhiri peringatan tsunami pada pukul 19.36 WIT, padahal saat itu gelombang tengah pasang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, informasi yang disampaikan ke masyarakat terkait deteksi gempa telah disampaikan sesuai prosedur.

"Jadi begini prosedur untuk mengumumkan adanya gempa sudah ada aturannya. Begitu terdeteksi gempa sampai 5 menit kami harus memberi informasi ke publik itu kita sebarkan ke berbagai media selain website juga sosmed, televisi, radio," ujar Dwikorita di Kantor BMKG Yogyakarta, Sabtu (29/9).

Saat peringatan gempa dikeluarkan, pihaknya juga mengumumkan adanya peringatan dini tsunami pada level siaga dan diperkirakan ketinggian lebih dari setengah sampai 3 meter.

"Kemudian diperkirakan tsunami itu akan datang pada 17.22 menit WIB itu perkiraannya," katanya.

"Setelah mengeluarkan informasi itu kami memantau tight gate itu adalah alat ukur naiknya muka air laut dipantau. Kami pantau di situ ada 17.27 WIB terjadi kenaikan air laut," ucap dia.

Kenaikan air di Mamuju saat tsunami menerjang berkisar 6 cm, Mamuju sendiri berjarak 200 km dari pusat gempa. Kemudian, di Palu saat tsunami terjadi tingginya mencapai 1,5 meter. Setelah tsunami surut, peringatan tsunami diakhiri pada 17.36 WIB.

"Kami mengirimkan staf ke lapangan untuk cek dan saat mereka menujun ke pantai terlihat perahu-perahu ada di jalan. Saksi mata mengatakan dari arah pantai tsunami 1,5 meter tingginya ke jalan. Jalan itu berada di dekat pantai di kota Palu bukan di Donggala. Kami kehilangan kontak dengan Donggala sejak pukul 2 siang WIB," pungkasnya.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini