Pembakaran Kejati Jabar, Simbol Kekecewaan Masyarakat ke Penegak Hukum

Redaksi Redaksi
Pembakaran Kejati Jabar, Simbol Kekecewaan Masyarakat ke Penegak Hukum
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
BANDUNG - Nama Dedy Sugarda kembali mencuat ke permukaan, setelah aksinya kemarin membakar Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Sebelumnya, Dedy juga pernah membacok seorang jaksa saat sidang sedang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kota Bandung.

Ketika diamankan polisi, Dedy mengungkapkan latar belakang dirinya melakukan pembakaran karena sakit hati terhadap penegak hukum yang menginjak-injak hukum, bukan menegakkan seadil-adilnya. Betapa banyak dugaan korupsi yang mangkrak dan tidak selesai hanya karena jaksa yang menurutnya korup.

(Baca Juga: DS Bakar Kantor Kejati Jabar karena Banyak Jaksa Korup)

Kriminolog dari Universitas Padjajaran, Yesmil Anwar, mengatakan bahwa adanya aksi pembakaran tersebut merupakan luapan kekecewaan masyarakat terhadap penegak hukum.

"Ini ketidakpuasan dari hulu sampai hilir, yang dimaksud dari polisi, jaksa, hingga petugas lapas," ucapnya, Senin (6/6/2016).

Ia melanjutkan, ketidakpuasan masyarakat terhadap penegak hukum merupakan hal yang memprihatinkan. Seperti halnya aksi Dedy, Yesmil menilai lembaga penegak hukum seperti kejaksaan tidak lagi menjadi tempat bagi setiap orang untuk mencari keadilan.

"Kejaksaan di kita banyak dalam tiap persidangan, (warga yang kecewa) melempar gunting, sepatu, nah sekarang aksi lebih nekat. Hal ini sudah mencerminkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Ini baru gedungnya, nanti bisa saja jaksanya, masyarakat bisa saja melakukan hal yang lebih nekat lagi," jelasnya.

(Baca Juga: Pembakar Kantor Kejati Jabar Resmi Jadi Tersangka)

Menyinggung soal kasus Dedy, Yesmil menyebutkan hal ini menjadi menarik. Yesmil menerangkan, Dedy yang sebelumnya pernah membacok salah seorang jaksa, sudah mencerminkan penegakan hukum tidaklah menemukan kejelasan.

"Ini sudah merupakan kegagalan bagi penegak hukum kita; kedua, penegak hukum kita sudah tidak memiliki wibawa," jelasnya.



(kha/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini