Konflik Sering Terjadi karena Pudarnya Kearifan Lokal

Redaksi Redaksi
Konflik Sering Terjadi karena Pudarnya Kearifan Lokal
okezone
PALU - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, munculnya konflik sosial di Indonesia dikarenakan memudarnya nilai-naiai kearifan lokal dalam tiga pilar utama. 
 
Tiga pilar utama tersebut adalah saling percaya antarwarga, komunikasi, serta kohesivitas sosial.
 
"Untuk menjaga keserasian sosial dan mencegah konflik di masyarakat, tiga pilar utama harus dipupuk, ditumbuhkan serta diperkuat, " kata Salim Segaf Al Jufri dalam kunjungan kerja di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/3/2014).
 
Menurut Salim, tiga pilar utama merupakan ajaran luhur bangsa yang merupakan warisan orangtua terdahulu. Dalam perkembangan selanjutnya, menjadi tatanan nilai dan falsafah moral bangsa yang luhur.
 
Di setiap daerah memiliki falsafah dan nilai-nilai kearifan lokal. Misalnya, di Maluku ada Pela Gandong, di Sumbawa ada Sabalong Samalewa, di Jawa Barat ada Silih Asuh, Silih Asah dan Silih Asih, serta di Poso ada Sintuwu Maroso.
 
"Tentu saja, tiga pilar itu tidak muncul begitu saja. Melainkan melalui rentang sejarah panjang yang berakar dari tatanan nilai dan falsafah lokal masyarakat, " ujar politisi PKS tersebut.
 
Falsafah dan nilai-nilai kearifan lokal harus dijaga sebagai perekat integrasi sosial antarwarga negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
(teb/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini