Ini Penjelasan BMKG Perihal Tsunami saat Terjadi Gempa di Lombok

Redaksi Redaksi
Ini Penjelasan BMKG Perihal Tsunami saat Terjadi Gempa di Lombok
foto: Antara

JAKARTA - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan perihal tsunami yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, gempa bumi dengan kekuatan 7,0 skala richter yang berpusat di daratan itu juga menimbulkan tsunami.

Meski letak episenter berada di daratan, tsunami terjadi lantaran sumber gempa bumi bukanlah suatu titik tetapi merupakan bidang patahan yang menerus atau melampar memanjang hingga bidang patahan atau robekan batuan masuk di dasar laut dekat Pantai Lombok dibagian utara.

"Hal inilah yang akhirnya memicu terjadinya tsunami, walaupun pusat gempa berada di daratan" kata Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko dilansir okezone.com, Selasa (7/8/2019).

Namun begitu, Hary Tirto meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada. Menurutnya, tsunami yang terjadi di Lombok terbilang kecil alias hanya berstatus waspada.

"Status ancaman tsunami ini hanya pada level waspada, ketinggian tsunami kurang dari 0,5 meter. Prediksi status ancaman yang dibuat oleh BMKG dipandang cukup akurat karena ketinggian tsunami berdasarkan monitoring tide gauge ternyata memang mencapai kurang dari 0,5 meter," pungkasnya.

Sebelumnya, gempa mengguncang Lombok pada Minggu 5 Agustus 2018 malam dengan kekuatan 7,0 skala richter (SR).

Informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan data sementara ada 98 orang tewas yang terdiri dari 96 korban di Lombok, dan dua orang di Bali.

Sementara korban luka ada 236 orang, dan ribuan rumah rusak serta warga yang mengungsi mencapai ribuan.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini