Ibu Kandung Ini Tega Sumpal Mulut Bayinya hingga Tewas

Redaksi Redaksi
Ibu Kandung Ini Tega Sumpal Mulut Bayinya hingga Tewas
ilustrasi okezone
KUPANG - Sadis, ibu ini tega membekap mulut dan hidung anak kandungnya yang baru berumur 10 bulan.

Bayi malang itu tak berdaya menghindari apa yang dilakukan ibu kandungnya. Meski sempat meronta-ronta, ia tetap disekap hingga kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia.

Tak hanya itu, ibu muda warga RT 18/RW 007, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, NTT, yang belum diketahui identitasnya itu, tanpa merasa bersalah melapor ke ibu kosnya bahwa telah membunuh anaknya.

Yance, seorang tetangga dekat ibu muda ini mengatakan pelaku sering meminta beras terkadang pinjam uang karena ekonomi keluarganya kurang mendukung.

“Ekonomi kurang mendukung, biasanya dia datang minta beras di sini. Kadang uang pinjam baru dong kasih kembali. Pelaku dan suaminya di depan tetangga kos memang dikenal sering cekcok dan berkelahi lantaran kesulitan uang” ujar Yance, Sabtu (27/5/2016).

Tak berselang lama atas kejadian itu, Kepolisian Sektor Kepala lima kupang NTT mendatangi lokasi kejadian, dan mendapati pelaku sedang menggendong anaknya yang telah kaku sehingga langsung diamankan sejumlah polwan untuk menghindari amukan massa yang memenuhi TKP.

Polisi juga sempat mengamankan segelas berisi cairan minyak tanah yang diduga diminum pelaku untuk bunuh diri.

"Dia sudah mengakui sendiri dari keterangan, nanti kita akan perdalam lebih lanjut lagi bahwa keterangan awal dari ibu itu, dia membekap dengan tangannya. Posisi anak yang umur sepuluh bulan ini dalam posisi terlentang, kurang lebih dia bekap selama 15 menit,” ujar Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Samuel Simbolon.

Selaku suami pelaku, Marten Abigail yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku ia sempat bertengkar dengan sang istri sebelum berangkat kerja hanya karena dirinya meminta uang bensin. Dan ia baru mengetahui anaknya telah meninggal setelah ditelefon ibu kosnya.



(aky/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini