Gara-Gara Beda Data, Pemerintah Impor Beras Lagi 500.000 Ton

Redaksi Redaksi
Gara-Gara Beda Data, Pemerintah Impor Beras Lagi 500.000 Ton
Foto: Impor Beras (Okezone)

Gara-Gara Beda Data, Pemerintah Impor Beras Lagi 500.000 Ton

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk kembali membuka keran impor beras sebanyak 500.000 ton untuk periode hingga akhir Juli 2018.

Artinya total kuota impor beras yang dikucurkan pemerintah mencapai 1 juta ton karena sebelumnya Kementerian Perdagangan sudah lebih dahulu melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton untuk periode Februari hingga April.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut alasan penambahan kuota impor karena masih adanya perbedaan data stok antara Kementerian satu dengan yang lainya. Dari sisi Kementerian Perdagangan menyebut jika stok yang dimiliki oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sudah menipis.

Dengan data tersebut, harus diambil tindakan yakni dengan melakukan impor. Karena jika dibiarkan, akan menimbulkan gejolak kenaikan harga. Sementara data dari Kementerian Pertanian, menyebut stok khususnya beras lebih dari cukup. Khusus beras, stok yang tersedia bahkan di atas 20%.

"Persoalannya sebetulnya datanya sendiri itu masih ada perbedaan antara satu instansi dengan yang lain. Padahal sudah sama-sama pakai peta digital tapi tetap ada perbedaan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Selain tidak sinkronnya data, Darmin juga menyebut ada pergeseran panen raya, sehingga membuat pemerintah akhirnya menambah impor beras 500.000 ton lagi. Adanya pergeseran itu membuat upaya Bulog untuk menyerap beras petani terhambat. Karena harga gabah yang dijual petani tentunya semakin mahal.

"Nah, tahun lalu itu di Maret, kalau tahun sebelumnya di April. Tahun ini, sebagian di Maret sebagian di April. Artinya, ada perubahan-perubahan di dalam pola tanam dan itu membuat produksinya berubah dia tidak mengikuti kurva yang biasa," kata Darmin.

Padahal pemerintah menargetkan Bulog bisa menyerap beras dari petani sebesar 2,2 juta ton hingga Juni 2018. Ironisnya hingga Mei 2018, Bulog hanya mampu menyerap beras sebanyak 800.000 ton.

"Coba aja tanya berapa stok Bulog sekarang. ditambah impor, mungkin hanya 1,3 juta ton. Dikurangi impor berapa mungkin 800.000 ton. Biasanya dan tugas yang tadinya kita harapkan bisa dicapai sampai Juni, itu pembelian Bulog 2,2 juta ton sampai Mei ternyata hanya 800.000 ton. Terus kamu mau apa dengan angka-angka itu?," jelasnya.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini