Fahri: Anggaran Gedung DPR Dipakai untuk Acara IMF

Redaksi Redaksi
Fahri: Anggaran Gedung DPR Dipakai untuk Acara IMF
Photo : Foe Peace
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menuding anggaran pembangunan gedung DPR dipakai untuk melaksanakan kegiatan International Monetary Fund (IMF) di Bali. IMF dan World Bank memang dijadwalkan akan menggelar acara di Bali pada 12-14 Oktober 2018 mendatang.

"Ya buktinya kami nggak dikasih (uang untuk pembangunan gedung). Kami kena fitnahnya sudah berkali-kali, buktinya uangnya nggak ada, tiba-tiba keluar untuk IMF di Bali Rp1 triliun, for nothing gitu loh," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

Padahal, Fahri mengatakan pembangunan gedung DPR ini sama dengan membuat rumah rakyat, bukan rumah untuk anggota DPR. Sebab, ketika gedung belum jadi saja, anggota DPR bisa dikatakan tak menjadi anggota DPR lagi.

"Untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, untuk masa depan demokrasi kita, nggak dibangun. Sudah kayak gitu tuh, lihat tuh ruangannya. Camat saja masih hebat ruangannya. Jadi untuk demokrasi nggak mau. Untuk orang asing saja Rp1 triliun," kata Fahri.

Menurutnya, hal ini menunjukkan tak menghargai demokrasi dan bangsa sendiri. Ia menekankan tak peduli dengan jumlah rupiahnya.

"Tapi kalau pemerintah memang nggak mau ya sudahlah. Karena DPR itu tidak independen soal anggaran. Problemnya kan anggaran itu proposalnya hanya boleh diajukan eksekutif, DPR tidak punya hak mengajukan anggaran. Kalau setjen usulkan pembangunan berdasarkan aspirasi yang ada, itu kan tetap masuk dalam neraca yang dipegang Menkeu. Itu kan usulan pemerintah," kata Fahri.

Ia menjelaskan DPR memang mengawasi pemerintah dan DPR tak independen secara anggaran. Tapi nyawa atau uang ia sebut dipegang pemerintah.

"Jadi kalau ada yang gagah-gagahan, sebenarnya nggak gagah. Bagus sampai jatuh gedung itu banyak korban mungkin itu nanti (baru bangun gedung baru). Mungkin kalau sudah jatuh korban. Begitu tadi gedung jatuh, kayak liftnya. Kalau lift itu sudah jatuh tiap hari loh, dari 560 anggota itu tidak ada satupun anggota yang nggak pernah kejebak dalam lift. Coba Anda tanya saja itu. Tapi ya udahlah, DPR, nggak bagus citranya," kata Fahri.

Ia pun kembali mengkritik pemerintah yang dalam sebulan bisa menghabiskan Rp1 triliun untuk acara dengan IMF. "Ya kalau nggak dicairkan tetap nggak jadi apa-apa, cuma ada di angka. Itu kan urusannya pemerintah, jangan tanya DPR lagi dong," kata Fahri.

(viva.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini