Dicurigai karena Jadi Penasihat Kapolri, Hendardi: Terlalu Menghina

Redaksi Redaksi
Dicurigai karena Jadi Penasihat Kapolri, Hendardi: Terlalu Menghina
(KOMPAS.com / ANDI HARTIK)
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK, Hendardi usai menjadi pembicara dalam Diskusi Publik di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (19/6/2019)

JAKARTA - Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Hendardi menjawab tudingan mengenai kedekatannya dengan unsur kepolisian. 

Hendardi meminta siapa pun yang menuduh Pansel KPK, termasuk dirinya, agar membuktikan tuduhan tersebut.  

Hendardi pun tak menyangkal bahwa dia dan Indriyarto Seno Adji menjadi penasihat ahli Kapolri. 

"Tak pernah saya tutupi kok, bukan dosa. Cuma bahwa memang integritas saya diukur ketika saya menjabat sebagai penasehat ahli yang kira-kira 5 tahun ini, saya sudah hampir 4 dasawarsa integritas saya, itu terlalu menghina, terlalu mensimplifikasi," kata Hendardi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8/2019). 

Adapun tudingan tersebut disampaikan oleh Koalisi Kawal Capim KPK berdasarkan hasil penelusuran rekam jejak digital dan pengakuan para anggota Pansel KPK.  

Mereka menyebutkan ketiga orang pansel memiliki kedekatan dengan Polri karena jabatannya, salah satunya Hendardi. Sementara itu, menurut Hendardi, jika seseorang yang duduk di suatu jabatan tertentu dan integritasnya dianggap berubah hal tersebut sedianya tak dapat diterima. 

Ia mengatakan, jabatannya sebagai penasihat ahli kapolri itu merupakan suatu jabatan non-struktural. 

"Jadi think tank-nya Kapolri lah. Itu juga belum tentu pikiran kita dibaca. Bisa dibaca, bisa digunakan, bisa tidak. Kalau diperlukan diambil, kalau tidak ya dibuang," ucap Hendardi. 

Selain itu, kecurigaan juga dialamatkan kepada Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih yang merupakan pengajar program pendidikan Polri. 

Pansel juga dikritik karena dianggap tak selektif dalam meloloskan para kandidat capim KPK.

(kompas.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini